Menteri AHY Apresiasi Penataan Kampung Nelayan Mauk, Jadi Model Hunian Produktif Pesisir

REDAKSI
16 Apr 2026 22:23
2 menit membaca

MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi penataan kawasan nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Tak sekadar membangun rumah, kawasan tersebut didorong menjadi pusat ekonomi pesisir hingga potensi wisata berbasis lingkungan.

Apresiasi itu disampaikan AHY saat berkunjung ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang, Kamis (16/4/2026). Pada kegiatan itu, AHY meninjau pembangunan hunian layak bagi masyarakat nelayan hasil kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan swasta.

“Ini bukan hanya soal rumah, tapi bagaimana kawasan ini menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomi,” ujar AHY.

AHY menilai program tersebut menjadi contoh konkret penataan kawasan yang tidak hanya berfokus pada hunian. Tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan produktivitas ekonomi warga.

Di Tanjung Anom, sebanyak 110 rumah nelayan telah dibangun melalui sinergi berbagai pihak. Sementara di kawasan Ketapang Aquaculture sekitar 127 rumah telah ditata menjadi lingkungan yang lebih tertata dan produktif.

Selain hunian, AHY juga meninjau kawasan mangrove di Ketapang yang dinilai strategis sebagai perlindungan abrasi. Sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi destinasi ekowisata dan sport tourism.

Program ini merupakan bagian dari penataan kawasan berbasis KOTAKU dengan dukungan APBN, APBD, serta kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan komitmen daerah melalui program Gebrak Pakumis. Program tersebut menargetkan 1.000 rumah layak huni per tahun. Serta penguatan infrastruktur pesisir seperti tanggul penahan abrasi dan normalisasi sungai.

Maesyal berharap penataan kawasan pesisir di Mauk dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (don)