
DUGAAN perundungan disertai kekerasan terhadap seorang siswi SMP berinisial A (13) di kawasan Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menyita perhatian. Korban diduga dijebak teman sekelasnya sebelum dikeroyok sejumlah remaja hingga mengalami luka dan trauma.
Aksi kekerasan tersebut terekam dalam video amatir berdurasi sekitar satu menit. Dalam rekaman itu, A terlihat terduduk di tanah dan dikelilingi sejumlah remaja. Korban tampak menangis saat mendapat pukulan, jambakan hingga tendangan, tanpa melakukan perlawanan.
Sepupu korban, Rihadatul Karimah, mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/9/2026) malam. Terduga pelaku utama berinisial R diketahui merupakan teman sekelas korban di Pondok Pesantren Al Multazam, Sepatan.
Menurut Rihadatul, aksi kekerasan tersebut diduga bermula dari persoalan kecemburuan. R disebut mengira korban menyukai seorang teman laki-laki. Persoalan itu kemudian diduga berujung pada aksi kekerasan yang telah direncanakan.
Korban disebut dijemput R dengan alasan diajak keluar. Namun, alih-alih pergi seperti yang disampaikan, A justru dibawa ke Lapangan Sepak Bola Tanah Merah.
“Pelaku yang teman sekelasnya ini cemburu dikira korban suka sama si cowok itu. Terus malamnya tuh korban kayak dijebak, dia dijemput lah sama temannya diajak keluar,” ujar Rihadatul saat diwawancarai, Selasa (29/9/2026).
Setibanya di lokasi, korban disebut mendapati sejumlah remaja yang telah menunggu. A kemudian ditarik dan diseret sebelum mengalami kekerasan secara bersama-sama.
Rihadatul menyebut jumlah terduga pelaku lebih dari lima orang, termasuk beberapa remaja laki-laki.
“Ternyata pas sudah sampai Sepatan, dia (korban) ditarik, diseret, disuruh turun. Nah, di situ udah ramean, orang-orang yang di video tuh banyak,” katanya.
Ironisnya, korban baru berani menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya dua hari setelah peristiwa itu. Rihadatul menduga ancaman dari terduga pelaku membuat A takut mengungkap kekerasan yang dialaminya.
“Kejadiannya tuh malam Sabtu kemarin. Tapi dia (korban) diancam kan sama temannya. Jadi dia baru bilang ke orangtuanya tuh pas malam Senin,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, A mengalami luka pada bagian bibir dan disebut mengalami trauma. Keluarga kemudian membawa korban menjalani visum dan melaporkan dugaan kekerasan itu kepada pihak kepolisian.
Namun, hingga Selasa (29/9/2026), keluarga mengaku belum mengetahui perkembangan penanganan laporan tersebut.
“Kemarin juga sempat lapor ke polisi, cuma kayak belum tahu nih kelanjutannya gimana,” ucap Rihadatul.