Bergaya Bak Model di Momen Hari Kesakitan Pancasila, Personel Satpol PP Kabupaten Tangerang Disemprot Warganet

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
1 Okt 2026 19:03
2 menit membaca

ALIH-alih menampilkan pesan pengabdian dan keteladanan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, unggahan akun resmi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang justru menuai kritik.

Pose personel yang dinilai berlebihan hingga pemilihan musik bertanda eksplisit memantik pertanyaan warganet tentang kepantasan komunikasi publik aparat pemerintah.

Sorotan itu muncul pada Kamis (1/10/2026), setelah akun Instagram resmi @satpolppkabtng mengunggah konten kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Perhatian warganet tertuju pada foto penutup yang menampilkan tiga personel berseragam dinas lengkap, termasuk mengenakan kacamata hitam, dengan pose berkacak pinggang menghadap kamera.

Gaya tersebut dinilai sebagian warganet lebih menyerupai pemotretan model ketimbang dokumentasi kegiatan institusi penegak peraturan daerah. Kritik semakin ramai setelah unggahan itu menggunakan lagu Timeless dari The Weeknd dan Playboi Carti yang memiliki penanda konten eksplisit.

Salah satu komentar datang dari akun @babyayu97 yang menyindir gaya para personel sekaligus mempertanyakan kesan humanis yang seharusnya ditampilkan Satpol PP.

“Gagah jasa itu pada tolak pinggang. Lagi nyohor apa gimana? Kaga ada humanis-humanisnya. Kgk malu apa diupload ke medos tapi ngegaya begitu? Narsis amat,” tulis akun tersebut.

Komentar itu memperlihatkan bahwa yang dipersoalkan bukan sekadar selera berpose. Di mata pengkritik, unggahan tersebut dianggap kurang mencerminkan citra aparat yang seharusnya dekat dengan masyarakat, santun, dan mengedepankan pelayanan.

Persoalan ini juga menyentuh standar pengelolaan media sosial instansi pemerintah. Akun resmi bukan hanya ruang dokumentasi kegiatan, tetapi juga kanal komunikasi publik yang membentuk persepsi masyarakat terhadap institusi dan personelnya.

Terlebih, unggahan tersebut dibuat dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, yang membawa pesan persatuan, tanggung jawab, dan pengabdian. Karena itu, pemilihan visual dan musik menjadi bagian dari pesan yang ikut dinilai publik.

Meski pose dan musik dalam sebuah unggahan tidak serta-merta menggambarkan perilaku personel ketika bertugas, kritik warganet menjadi pengingat bahwa komunikasi digital aparat perlu mempertimbangkan kepantasan, konteks, dan karakter pelayanan publik.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari Satpol PP Kabupaten Tangerang mengenai kritik terhadap unggahan tersebut.