
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang menjadi satu-satunya DPC di Provinsi Banten yang tidak dilantik dalam agenda pelantikan serentak pengurus PDI Perjuangan periode 2025–2030.
Penangguhan ini memunculkan tanda tanya besar, terutama karena belum ada penjelasan terbuka terkait susunan kepengurusan di salah satu daerah strategis secara politik di Banten tersebut.
Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan melantik pengurus DPC se-Provinsi Banten pada Jumat (12/12/2025) di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, di Kota Serang. Dari delapan DPC kabupaten/kota yang ada, hanya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang yang absen dari prosesi pelantikan.
Seorang kader PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang membenarkan bahwa pelantikan DPC setempat memang ditangguhkan. Dia menyebut Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang akan digelar Minggu (28/12/2025) di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, di Tigaraksa. Konfercab itu disebut akan menjadi momentum penentuan kepengurusan definitif.
“Belum tahu fix-nya,” kata sumber tersebut saat ditanya siapa sosok yang akan menjadi ketua, dihubungi Sabtu (27/12/2025).
Meski demikian, saat ditanya siapa figur yang berpotensi dilantik sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, sumber menyebut nama Irvansyah Asmat. Namun, dia tidak memberi jawaban terkait alasan penangguhan pelantikan.
Sumber juga tidak merespon saat dikonfirmasi soal isu dua nama legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang—yakni Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail dan anggota DPRD Kabupaten Tangerang Hugo Franata—yang diisukan berebut kursi Ketua DPC sebagai alasan penangguhan.
Keduanya merupakan nama-nama dari 16 nama yang diusulkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang untuk jadi ketua DPC. Keduanya juga sudah ikut menjalani psikotes yang dilaksanakan DPP beberapa waktu lalu.
Kepastian bahwa Konfercab besok akan diikuti pengukuhan dan pelantikan pengurus diperkuat pernyataan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani. Dia membenarkan bahwa agenda Konfercab tidak hanya bersifat forum organisasi.
“Ya betul, pengukuhan sekaligus pelantikan pengurus DPC,” ujar Deden saat dikonfirmasi.
Namun, saat ditanya nama yang bakal dilantik serta alasan mengapa kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang dilantik belakangan—tidak bersamaan dengan DPC lain di Banten, Deden hanya menjawab singkat.
“Kewenangan DPP,” kata Deden.
Jawaban singkat itu menutup ruang klarifikasi terkait dinamika di tingkat cabang. Belum ada penjelasan apakah penangguhan disebabkan faktor administratif, pertimbangan strategis, atau adanya problem internal yang belum diselesaikan.
Sikap ini membuka ruang spekulasi publik mengenai dinamika internal PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang. Nama Irvansyah Asmat—Ketua DPC sebelumnya yang juga pernah maju sebagai calon Wakil Bupati Tangerang berpasangan dengan Madromli—kembali mencuat sebagai kandidat. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari DPP maupun DPD yang mengonfirmasi itu.
Soal isu alasan penangguhan karena gesekan antar elite partai yang menyeret nama dua legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, juga belum dikonfirmasi secara terbuka. Kami sudah mengonfirmasi isu itu kepada Hugo Franata. Namun Hugo belum memberikan jawaban. Sedangkan nomor Kholid Ismail tidak aktif saat dihubungi.
Sebagai salah satu lumbung suara terbesar di Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang memiliki posisi strategis dalam peta politik PDI Perjuangan. Karena itu, kehati-hatian DPP atau DPD dalam melakukan “maintenance” kepengurusan DPC bisa dipahami. Kesalahan penunjukan atau gejolak internal yang terbuka berpotensi mengganggu konsolidasi partai, stabilitas organisasi, serta kesiapan mesin partai menghadapi agenda politik.
Namun, absennya penjelasan resmi dari DPP maupun DPD PDI Perjuangan tetap menyisakan pertanyaan: apakah penangguhan pelantikan, murni persoalan kewenangan dan teknis organisasi, atau justru mencerminkan tarik-menarik kepentingan dan dinamika internal yang belum selesai?