
MATERIAL yang selama ini identik dengan limbah industri kini memberi manfaat bagi dunia pendidikan. Melalui pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) dari PLTU Lontar, gedung SDN Lontar 2 di Kecamatan Kemiri selesai direnovasi. Dan pada Rabu (23/7/2026), resmi digunakan sebagai ruang belajar yang lebih aman dan nyaman.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menerangkan, program renovasi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PLTU Lontar yang juga mencakup renovasi satu ruang kelas di SDN Klebet 1.
“Ini merupakan wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya penyediaan sarana dan prasarana belajar yang layak,” kata Maesyal.
Menurut Maesyal, bantuan tersebut tidak akan berhenti pada gedung yang telah direnovasi. Pemkab Tangerang akan melanjutkan rehabilitasi ruang kelas lainnya agar seluruh bangunan sekolah memiliki standar kualitas yang sama.
“Ruang kelas lainnya akan kami rehabilitasi agar seluruh fasilitas sekolah menjadi lebih baik, sehingga proses belajar mengajar berlangsung nyaman, aman, bersih, sehat, dan tertib,” ujarnya.
Dia berharap sinergi bersama PLTU Lontar terus berkembang melalui berbagai program CSR yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan hingga sektor sosial lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dili Windu Rezeki Sugandi menjelaskan, SDN Lontar 2 berdiri di atas lahan seluas 1.978 meter persegi dengan tujuh ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta fasilitas pendukung lainnya.
Melalui program CSR PLTU Lontar, sekolah tersebut memperoleh renovasi tiga ruang kelas, satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan satu fasilitas sanitasi. Sementara SDN Klebet 1 sebelumnya telah menerima bantuan renovasi satu ruang kelas pada Desember 2025.
“Perbaikan di SDN Lontar 2 dilaksanakan mulai Maret hingga Juli 2026. Alhamdulillah seluruh pekerjaan telah selesai dan hari ini dapat diresmikan,” ujarnya.