
MUSYAWARAH Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang, Jumat (10/4/2026), di Tigaraksa, berubah menjadi arena ketegangan terbuka.
Sejumlah pengurus anak cabang (PAC) secara lantang melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan petahana Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Bahkan menyerukan regenerasi total di tubuh partai.
Kericuhan pecah saat aspirasi kader akar rumput disebut tak lagi mendapat ruang. Massa yang kecewa meluapkan protes dengan meneriakkan perubahan sambil membentangkan spanduk tuntutan.
Situasi kian memanas ketika sejumlah pihak mencoba merebut spanduk tersebut. Tak ayal, hal itu pun memicu aksi saling tarik dan dorong hingga menyebabkan satu orang tersungkur di tengah kerumunan.
Salah satu kader yang vokal, Abdurrosyid dari PAC Kecamatan Kelapa Dua, menegaskan, gelombang protes tersebut merupakan akumulasi kekecewaan yang telah lama terpendam. Menariknya, saat dia memberikan pernyataan kepada media, mendadak sejumlah orang merangsek.
“Menurut kami, yang namanya organisasi, apalagi partai, perbedaan itu adalah hal yang biasa,” ujar Abdurrosyid yang terhuyung karena didorong sejumlah orang.
Abdurrosyid pun mulai tersulut. Dia nampak kesal karena mendapat perlakuan seperti itu. Dia lalu meneriakkan bahwa aksi protes tersebut merupakan suara dari bawah yang menuntut ada perubahan dan restrukturisasi.
“Ini buktinya kepemimpinan sekarang anti kritik,” ujarnya diiringi teriakan “kami ingin perubahan” dari massa yang lain.
Abdurrosyid menilai, kader di tingkat bawah selama ini hanya dijadikan alat politik. Dia menyebut, tidak ada perhatian DPC terhadap penguatan organisasi di akar rumput. Padahal, lanjut dia, pengurus di bawah merupakan ujung tombak.
“Sudah saatnya ada perubahan kepemimpinan di DPC,” tegasnya.
Hingga situasi mereda, aparat keamanan terlihat bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi eskalasi konflik yang lebih luas. Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari DPP PKB terkait kisruh Muscab yang mencerminkan retaknya soliditas internal di tubuh partai tersebut. (don)