Fokus Efisiensi, Bupati Tangerang Siapkan Skema WFH-WFA hingga 50 Persen Pegawai

REDAKSI
25 Mar 2026 16:00
2 menit membaca

BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan langkah efisiensi di lingkungan Pemkan Tangerang dengan menyiapkan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) hingga 50 persen menjadi salah satu strategi menghadapi dinamika ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan Maesyal saat memimpin apel perdana pasca libur Idulfitri 1447 H yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Rabu (25/3/2026).

Maesyal bilang, wacana kebijakan itu dilatarbelakangi kondisi global saat ini. Sebagaimana diketahui, saat ini situasi geopolitik tengah diwarnai berbagai tantangan, termasuk konflik di sejumlah wilayah dunia.

Hal itu, menurut Maesyal berdampak pada sektor ekonomi, mulai dari ketersediaan energi hingga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan langkah antisipatif.

“Menyikapi kondisi tersebut, sesuai arahan pemerintah pusat, kita harus melakukan langkah-langkah efisiensi,” ujar Maesyal.

Dia pun meminta Sekretaris Daerah bersama BKPSDM segera merumuskan kebijakan kerja fleksibel bagi pegawai. Khususnya yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

“Saya minta segera disiapkan skema WFH maupun WFA minimal 50 persen bagi pegawai yang tidak memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” kata dia.

Sedangkan untuk perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik seperti kecamatan, kelurahan, desa, Disdukcapil, Bapenda, dan DPMPTSP, tingkat kehadiran tetap diatur antara 75 hingga 100 persen. Adapun perangkat daerah dengan tugas lapangan seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan diminta tetap bekerja penuh.

Maesyal juga mengingatkan, saat ini Kabupaten Tangerang telah memasuki triwulan II tahun 2026. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta tetap fokus menjalankan program kerja.

“Sekaligus responsif terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi kinerja daerah,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan, Maesyal menyebut sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif. Kata dia, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang meningkat dari sekitar 5 persen pada 2025 menjadi 5,67 persen per Maret 2026. Indikator lain seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rata-rata lama sekolah, serta rasio gini juga mengalami perbaikan.

Maesyal pun menegaskan pentingnya menjaga kinerja di tengah upaya efisiensi. Termasuk kesiapan melakukan evaluasi hingga kemungkinan refocusing anggaran. Hal itu menurut Maesyal perlu disiapkan sebagai antisipasi apabila kondisi global memengaruhi keuangan daerah.

“Kita harus tetap menjaga kinerja, meningkatkan efisiensi, dan siap melakukan penyesuaian program apabila kondisi global berdampak pada keuangan daerah,” katanya. (don)