
BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid mengimbau masyarakat untuk melewati Hari Raya Natal dan Malam Tahun Baru dengan sederhana. Perayaan kedua momen itu, kata dia, diimbau tidak berlebihan.
“Kami mohon perayaan Natal dan tahun baru tidak berlebihan. Tidak ada arak-arakan atau pawai-pawai, begitu juga petasan atau juga kembang api,” kata Maesyal usai memimpin Silaturahmi Forkopimda Kabupaten Tangerang bersama pimpinan gereja, Senin (22/12/2025) di Ruang Wareng.
Maesyal mengatakan, perayaan Natal dan Tahun Baru yang berlebihan tidak sesuai dengan situasi dan kondisi nasional yang terjadi saat ini—khususnya bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara—serta berbagai daerah lain di Indonesia.
Dia lalu mengajak semua elemen untuk meningkatnya kepekaan dan kepedulian sosial kepada sesama— terkhusus korban yang tertimpa dan sedang bangkit dari bencana.
“Lebih baik kita bantu mereka yang ada di Aceh, Medan, Padang dan sekitarnya. Natal dan Tahun Baru ini harus banyak berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing- masing,” ujarnya.
Sementara terkaiat pengamanan Natal dan Tahun Baru, Maesyal menyebut Forkopimda Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh mengamankan dua momen itu.
“Kami, pemerintah daerah bersama seluruh unsur Forkopimda, MUI, dibantu masyarakat berkomitmen penuh untuk mengamankan ibadah natal dan perayaan Natal, tahun baru agar berjalan lancar, aman, tertib dan kondusif,” tandasnya.