
MOBIL Sertifikat Keliling Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang berhenti beroperasi. Penyebabnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan ketiadaan anggaran operasional.
Kaur Umum dan Kepegawaian BPN Kabupaten Tangerang, Armansyah, Jumat (7/8/2026), mengatakan, layanan jemput bola tersebut terakhir berjalan pada awal Maret 2026. Dia bilang anggaran operasional untuk kegiatan tersebut cukup besar.
Armansyah mengklaim, akibat lonjakan harga BBM, biaya operasional membengkak. Sementara pos anggaran untuk sektor tersebut belum turun kembali.
“Kendala pertama adalah bensin, apalagi sekarang harga bensin naik dan anggaran untuk itu belum turun lagi,” kata Armansyah.
Dia tak menampik penghentian layanan sangat disayangkan karena program mobil keliling dinilai sangat efektif dan mendapat respons positif dari masyarakat. Sebelum dihentikan, kata dia, mobil keliling rutin menyambangi setiap kecamatan untuk memberikan kemudahan bagi warga yang ingin mengurus administrasi pertanahan.
Meski demikian, Armansyah menegaskan kebijakan tersebut bukan penghapusan program secara permanen. Dia berkomitmen untuk mengaktifkan kembali layanan prioritas tersebut jika kendala finansial instansi sudah teratasi.
“Karena kendala anggaran, layanan ini bukan dihentikan permanen, melainkan belum kami lanjutkan lagi,” kata Armansyah.
Armansyah juga menjelaskan, operasional mobil keliling difokuskan pada pendaftaran layanan prioritas dan konsultasi informasi awal. Seluruh berkas yang masuk tetap harus dibawa ke kantor guna proses verifikasi akhir, tanda tangan pejabat, dan pengambilan dokumen arsip.
Setelah proses di kantor rampung, petugas akan kembali turun ke lapangan sesuai jadwal untuk menyerahkan dokumen langsung kepada warga.
“Jadi, untuk sementara waktu layanan ini sedang berhenti dahulu karena terkendala anggaran bensin,” pungkasnya. (Rik/Don)