Antisipasi Dampak Musim Penghujan, Bupati Tangerang Sisir Lokasi Langganan Banjir di Pasar Kemis

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
19 Okt 2026 18:23
2 menit membaca

BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid menyisir sejumlah titik yang kerap dilanda banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Senin (19/10/2026). Maesyal di antaranya meninjau titik rutin banjir di Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari.

Di kawasan itu, Maesyal menemui warga dari RW 09, RW 12, dan RW 14 untuk membahas persoalan saluran air yang dinilai belum mampu mengatasi banjir secara optimal.

“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung,” kata Maesyal.

Dia bilang, pemerintah daerah terus berupaya mempercepat penanganan cepat melalui optimalisasi kegiatan dalam anggaran perubahan. Sedangkan untuk penanganan lanjutan direncanakan masuk dalam anggaran 2027.

“Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027,” ujarnya.

Maesyal memastikan, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah pembenahan saluran air untuk mengurangi risiko genangan yang kerap mengganggu permukiman warga. Dia menuturkan, pembenahan saluran di Taman Walet akan mengacu pada penanganan yang sebelumnya dilakukan di Perumahan Taman Elok.

“Pekerjaan tersebut mencakup pembersihan hambatan, pengerukan, dan normalisasi saluran untuk memperlancar aliran air,” terangnya.

Maesyal juga meminta warga mendukung proses penataan saluran agar penanganan dapat berjalan sesuai rencana. Dia menilai, kesepakatan antara pemerintah dan warga diperlukan, terutama jika terdapat hambatan di sekitar saluran yang harus ditertibkan.

“Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Kami minta warga juga komitmen untuk bantu kesepakatannya,” ujarnya.

Rombongan kemudian mendatangi Perumahan Teluk Jakarta dan Perumahan Kutabumi 2, Kelurahan Kutabumi. Kedua kawasan tersebut turut menjadi perhatian karena terdapat saluran dan tanggul yang sebelumnya mengalami kerusakan hingga menyebabkan air masuk ke rumah warga.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa saat hujan deras, Pemkab Tangerang melakukan pembenahan infrastruktur drainase, mulai dari normalisasi dan pelebaran saluran hingga pembangunan turap serta pemasangan sheet pile sebagai penguat struktur.

Di kawasan Teluk Jakarta, Pemkab Tangerang telah memperlebar saluran air yang semula memiliki lebar sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter. Pekerjaan normalisasi juga telah dilakukan, disertai pembangunan turap dan rencana pemasangan sheet pile untuk memperkuat saluran.

Selain Pasar Kemis, pemerintah daerah turut memetakan penanganan banjir di sejumlah kawasan lain, di antaranya Binong, Kali Sabi, dan Sukadiri. Pelaksanaan pekerjaan akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan skala prioritas di masing-masing wilayah.

Adapun persoalan banjir yang berkaitan dengan sungai-sungai besar membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan. Pemkab Tangerang terus berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Banten untuk membahas penanganan Sungai Cimanceri dan Cidurian.