DBMSDA Kabupaten Tangerang Percepat Konektivitas Antarwilayah, Jalan dan Jembatan Dibangun Serentak

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
2 Sep 2026 16:48
4 menit membaca

PEMBENAHAN infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Tangerang terus dikebut. Sejumlah proyek perbaikan, peningkatan, hingga rekonstruksi kini bergerak secara serentak di berbagai wilayah, dengan sasaran utama memperkuat konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang memastikan pengerjaan infrastruktur tersebut terus dipantau agar berjalan sesuai tahapan, tepat waktu, sekaligus memenuhi spesifikasi mutu yang telah ditetapkan.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansah mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan konektivitas antarwilayah.

Infrastruktur jalan yang baik, kata dia, tidak hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga memperkuat akses ekonomi masyarakat.

“Seluruh paket pengerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang saat ini sudah bergerak di lapangan,” kata Iwan, Selasa (2/9/2026).

“Fokus utama kami adalah memastikan akses mobilitas masyarakat kembali optimal dan aman untuk dilintasi,” katanya menambahkan.

Pergerakan pembangunan terlihat di sejumlah ruas strategis. Di Kecamatan Sukadiri, misalnya, Lanjutan Rekonstruksi Jalan Cituis Sukadiri–Jati Gintung telah rampung 100 persen dan sudah dapat dilintasi masyarakat. Sementara Rekonstruksi Jalan Jati–Sepatan telah mencapai progres 12,41 persen.

Pekerjaan lainnya di wilayah Sukadiri juga terus berjalan, di antaranya Lanjutan Rekonstruksi Jalan Cituis Sukadiri–Jati Gintung STA 1+425 dengan progres 6,96 persen, Rekonstruksi Jalan Jati Talang Desa Buaran Jati–Gintung Pulo–Pulo Ceger sebesar 5,08 persen, serta Rekonstruksi Jalan Sukadiri–Ganepo sebesar 5,04 persen.

Di Kecamatan Pakuhaji, Lanjutan Rekonstruksi Jalan Gardu–Tanah Merah telah selesai 100 persen dan sudah dapat dilintasi. Adapun Segmen 2 di Desa Kramat mencapai 19,53 persen dan Segmen 3 di Kelurahan Pakuhaji mencapai 10,12 persen.

Pembangunan juga menunjukkan progres cukup signifikan di kawasan Sepatan dan Sepatan Timur. Lanjutan Rekonstruksi Jalan Gardu–Tanah Merah Segmen 5 di Desa Sarakan telah mencapai 56,32 persen, sedangkan Rekonstruksi Jalan Gaga–Kedaung Barat di Sepatan Timur berada di angka 43,27 persen.

Sejumlah pekerjaan lain di kawasan tersebut juga terus berjalan, termasuk Segmen 4 Jalan Gardu–Tanah Merah di Desa Kayu Agung serta Lanjutan Rekonstruksi Jalan Cadas–Sepatan Segmen 1 dan Segmen 2.

Sementara di Tigaraksa, sejumlah ruas yang menjadi perhatian masyarakat juga masuk dalam program penanganan. Peningkatan Jalan Cibadak–Tigaraksa telah mencapai 41,32 persen, sedangkan Rekonstruksi Jalan Sentul–Pete berada pada progres 19,16 persen.

Pekerjaan rekonstruksi Jalan Kutruk–Tapos, overlay lingkup Pemda, serta Lanjutan Rekonstruksi Jalan Tigaraksa–Cikuya juga mulai bergerak dengan progres awal antara 4,08 persen hingga 5,24 persen.

Di wilayah lain, pembenahan terus menyebar. Rekonstruksi Jalan Cijeruk–Waliwis Kidul di Kecamatan Mekar Baru telah mencapai 25 persen, sementara Rekonstruksi Jalan Cirako–Cijeruk berada pada progres 4,31 persen.

Di kawasan Pasar Kemis dan Panongan, Lanjutan Rekonstruksi Jalan Cadas–Kukun mencapai 13,02 persen dan Rekonstruksi Jalan Cikupa–Pasar Kemis Segmen 2 sebesar 12,20 persen. Beberapa ruas lainnya, seperti Jalan Teluk Jakarta, Cilongok–Istiqlaliyyah, Pasar Kemis–Jatiuwung dan Jalan Lingkar Kecamatan Panongan juga telah memasuki tahap pengerjaan.

Pembangunan tidak berhenti pada ruas-ruas tersebut. Sejumlah jalan prioritas di Kresek, Kronjo, Balaraja, Cikupa, Mauk, Jayanti, Kemiri, Kosambi, Sukamulya, Teluknaga, Rajeg hingga Pagedangan juga masuk dalam pekerjaan infrastruktur yang sedang berjalan.

Di Kecamatan Kresek, misalnya, rekonstruksi ruas Talok–Renged dan Pejamuran–Ceplak masing-masing telah bergerak pada kisaran 10,02 persen hingga 10,80 persen. Sementara ruas Balaraja–Tobat, Cikupa–Pasar Kemis Segmen 1, Lingkar Pasar Mauk, Tobat–Kubang, Klebet–Kemiri, Dadap–Jatimulya, Sukamulya, Teluknaga, Tanjakan–Rajeg hingga Jatake–Babakan di Pagedangan juga mulai dikerjakan dengan progres awal sekitar 4 hingga 9 persen.

Tak hanya jalan, DBMSDA juga menangani sejumlah infrastruktur jembatan untuk memastikan konektivitas antarkawasan tetap terjaga.

Pembangunan Jembatan SMPN 1 Sepatan Timur saat ini telah mencapai progres 8,37 persen. Kemudian Rehabilitasi Jembatan Kampung Karang Jetak–Kampung Serdang di Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler, mencapai 5,12 persen.

Adapun Rekonstruksi Jembatan Kampung Nyompok Girang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, telah memasuki progres 4,26 persen.

Iwan menegaskan, percepatan pekerjaan tetap dibarengi dengan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan. Pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat diminta ikut memperhatikan keselamatan selama pekerjaan berlangsung, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang dalam proses rekonstruksi.

“Kami minta warga berhati-hati selama proses pengerjaan berlangsung di lokasi proyek. Kami juga mohon maaf bila ada kegiatan rekonstruksi jalan menimbulkan kemacetan,” katanya.

Dengan penanganan yang tersebar di berbagai kecamatan, pembenahan infrastruktur tersebut diharapkan secara bertahap memperbaiki kualitas konektivitas Kabupaten Tangerang.

Jalan dan jembatan yang semakin baik menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas warga, distribusi barang, aktivitas ekonomi, serta keterhubungan antarwilayah. (*)