Pemkab Tangerang Raih Insentif Fiskal Rp7,2 Miliar Berkat Keberhasilan Tekan Angka Stunting

REDAKSI
18 Nov 2025 19:27
5 menit membaca

JAKARTA-, Pemerintah Kabupaten Tangerang (Pemkab Tangerang) menerima penghargaan insentif fiskal sebesar Rp7.223.557.000 dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, kepada Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa penghargaan alokasi fiskal tahun berjalan 2025 diraih karena Pemkab Tangerang masuk dalam 50 besar pemerintah daerah berkinerja terbaik atas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Penghargaan tersebut juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat atas komitmen dan kerja nyata pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya.

“Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu dari 50 pemerintah daerah yang berhasil meraih insentif fiskal tahun berjalan, kategori kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting. Penghargaan ini merupakan bentuk support pemerintah pusat dan jumlah insentifnya sebesar 7,2 miliar lebih,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Lanjutnya, insentif fiskal tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk mendukung program dan kegiatan di bidang pelayanan kesehatan, seperti pembangunan sarana infrastruktur kesehatan, bedah rumah, pelayanan air bersih, dan sanitasi lainnya.

“Insentif fiskal ini nantinya akan kita prioritaskan untuk mendukung program-program di bidang kesehatan seperti pembangunan infrastruktur kesehatan, bedah rumah, pelayanan air bersih, dan juga jambanisasi yang semuanya adalah upaya penanganan stunting,” jelasnya.

Menurut dia, penghargaan yang diraih tersebut menjadi bukti nyata kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

“Ini juga menjadi bukti kerja nyata yang kolaboratif antara pemerintah daerah melalui perangkat daerah yang terlibat, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kami akan terus berkomitmen memperkuat program intervensi gizi dan layanan kesehatan bagi ibu dan anak,” tandasnya.

Pihaknya berharap penghargaan berupa insentif fiskal ini semakin menambah semangat dan komitmen bersama untuk bekerja lebih baik lagi.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang. Kami akan terus berkomitmen memperkuat program intervensi gizi dan layanan kesehatan bagi ibu dan anak,” ujarnya.

Mengutip siaran pers Diskominfo Nomor PR/319-DISKOMINFO/VI/2025, angka stunting di Kabupaten Tangerang berhasil ditekan dari 7,7 persen pada tahun 2024 menjadi 7,3 persen di tahun 2025.

“Penurunan angka ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor serta peran aktif masyarakat sangat berpengaruh dalam percepatan penanganan stunting. Saya mengapresiasi TPPS, para Kepala OPD, TP PKK, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama secara serius,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid saat membuka kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat di Aula Kecamatan Gunung Kaler, Kamis (26/6/2025).

Dalam pelaksanaan Gerebek Posyandu bulan Mei 2025, tercatat 207.791 balita (100 persen tercatat di e-PPGBM) telah ditimbang dan diukur di 2.352 Posyandu. Dari jumlah tersebut, ditemukan 15.175 balita (7,3 persen) mengalami stunting. Selain itu, 27.202 ibu hamil juga diperiksa, dengan hasil 2,35 persen mengalami anemia dan 10,28 persen mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan stakeholder yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan kepada para menteri dan kepala daerah yang hadir mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan program percepatan penurunan stunting serta mengoptimalkan hasil pelaksanaannya.

“Percepatan penurunan stunting ini adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Oleh sebab itu, program ini harus kita kawal bersama. Program ini harus kita keroyok bersama, dan saya rasa kuncinya di sini adalah sinergi antara pusat dan daerah,” ujar Gibran.

Wapres juga menyampaikan bahwa keberhasilan menekan dan menurunkan angka prevalensi secara nasional merupakan keberhasilan bersama. Untuk itu ia memberikan pesan kepada seluruh kementerian dan pemerintah daerah agar terus melakukan terobosan dan inovasi dalam menurunkan angka stunting di daerah masing-masing.

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama semua pihak. Atas arahan Bapak Presiden, kita berhasil menekan angka prevalensi stunting di 2024 menjadi 19,8 persen, atau turun sebanyak 357 ribu anak dibandingkan tahun 2023. Angka ini lebih baik dari proyeksi Bappenas yaitu 20,1 persen,” ungkapnya.

Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa monitoring yang dilakukan ke kecamatan-kecamatan bertujuan mencocokkan data capaian Program Percepatan Penurunan Stunting (P3S) serta memberikan arahan kepada pihak kecamatan, puskesmas, desa, kelurahan dan para kader agar target penurunan stunting dari tahun ke tahun semakin maksimal dan bahkan bisa menuju Zero Stunting.

“Selaku Ketua TPPS Kabupaten Tangerang, merupakan kewajiban saya untuk turun memberikan arahan kepada bapak ibu semua supaya target pencapaian penurunan stunting di Kabupaten Tangerang dari tahun ke tahun bisa tercapai, syukur bisa Zero Stunting,” ungkap Wabup Intan di Kecamatan Pagedangan, Kamis (25/09/2025).

Dia mengungkapkan, hasil monitoring langsung di tiga kecamatan — Tigaraksa, Teluknaga, dan Pagedangan — menunjukkan tren positif penurunan stunting. Penurunan tersebut merupakan buah dari kerja bersama, sinergi, dan kolaborasi pentahelix yang melibatkan OPD, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“Dari tiga kecamatan yang saya kunjungi langsung, alhamdulillah trennya penurunan stunting. Hanya memang ada beberapa data yang perlu disinkronkan. Saya ingin data anak stunting, ibu hamil KEK, dan data miskin ekstrem benar-benar sama dengan yang dimiliki pihak lainnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, gerakan dan aksi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga harus digiatkan dan ditingkatkan lagi. PHBS harus terus diupayakan dan dibudayakan dalam keseharian.

“Yang namanya stunting, ibu hamil KEK, penyakit-penyakit lain yang ada di Kabupaten Tangerang berawal dari PHBS yang tidak baik, tidak ada pola hidup bersih dan sehat yang diterapkan,” tandasnya. (Adv)