Ilustrasi dibuat dengan bantuan AIALKISAH, ada seorang pemimpin jahat. Dia memerintah dengan licik dan tangan besi. Dia memimpin secara otoriter sebagai penguasa tunggal. Sebab tidak ada oposisi yang berani mengkritik. Masyarakat pun memilih diam karena itu adalah cara paling efektif untuk tetap aman.
Untuk ukurannya, dia berperawakan sedang, tidak tinggi tetapi juga tidak tepat disebut pendek. Dia cukup sering melempar senyum. Wangi tubuhnya beraroma khas. Tutur katanya lembut. Bila bersalaman, dialah yang paling membungkuk, seolah ingin menunjukkan rasa hormat kepada siapa pun yang ditemuinya.
Bagi orang yang baru mengenalnya, pasti akan terpesona oleh kharismanya. Dia sungguh mencitrakan diri sebagai figur yang ramah, ceria, dan penuh kasih sayang. Hampir semua orang merasa nyaman berada di dekatnya.
Dia tahu kapan harus tersenyum, kapan harus tertawa, dan kapan harus menunjukkan wajah iba yang membuat orang lain merasa bersalah jika tidak memercayainya.
Dia juga pandai menyambut orang. Siapa pun yang datang akan diterima dengan senyum lebar dan kata-kata yang membuat hati berdebar. Orang-orang yang berkunjung sering kali pulang dengan kesan bahwa dia adalah sosok yang baik. Bahkan sangat baik.
Namun di balik semua itu, dia adalah pemimpin yang manipulatif. Seorang diktator yang kejam, licik, suka mengancam, dan tidak tahu terima kasih, bahkan kepada orang-orang yang berjasa membantunya.
Dia tidak segan memanfaatkan siapa pun selama orang itu masih berguna. Ketika manfaatnya habis, kesetiaan dan pengorbanan orang tersebut seolah tidak pernah ada. Penampilan luarnya sangat menipu. Senyumnya membuat dia terlihat ramah, padahal dia begitu serakah.
Dia sering memanipulasi orang lain untuk dijadikan tameng demi menopang kekuasaannya. Dia pandai membuat orang lain berperang untuk kepentingannya. Sementara dirinya tetap terlihat bersih dan tidak tersentuh.
Bahkan sesekali dia berjalan menggunakan tongkat agar tampak lemah dan tak berdaya. Padahal sesungguhnya dia sangat haus kuasa.
Tidak boleh ada yang memprotes kepemimpinan atau kebijakannya. Bila ada yang berani bersuara, dia akan naik pitam, marah-marah seolah semua orang takut kepadanya. Atau pasukannya akan turun menggempur orang yang dianggap mengganggu ketertiban versi dirinya. Bagi sang penguasa, kritik bukanlah masukan. Kritik adalah ancaman. Dan ancaman harus disingkirkan.
Dia bisa melakukan apa pun demi mencapai ambisinya. Yang penting kekuasaannya tetap utuh. Yang penting tidak ada yang mempertanyakan. Yang penting tidak ada yang melawan. Sebab dalam pikirannya, hanya ada dua kelompok manusia: mereka yang mendukungnya dan mereka yang harus dianggap musuh.
Ada yang bilang, semua itu berawal dari masa lalu. Dari trauma yang tidak pernah benar-benar sembuh setelah bekali-kali kalah. Trauma itu perlahan mengubahnya menjadi sosok yang egois, pendendam, dan menyebalkan.
Dia selalu merasa dikhianati, paranoid. Dia selalu curiga bahwa suatu hari orang-orang di sekitarnya akan menumbangkannya. Oleh karena itu, dia pasang sanak famili dan orang dekatnya untuk menduduki berbagai jabatan. Bagi dia, tak ada yang bisa dipercaya selain keluarga.
Dia juga terus menanamkan doktrin kepada para pengikutnya bahwa siapa pun yang berseberangan dengannya adalah orang jahat.
Bahwa siapa pun yang berbeda pendapat adalah ancaman. Dan bahwa siapa pun yang berani mengkritiknya, berarti sedang berusaha menghancurkan dunianya.
Mengerikan sekaligus memalukan!
Dia adalah Lotso, boneka beruang berwarna merah muda yang beraroma stroberi. Salah satu karakter dalam film animasi Toy Story 3. Silakan tonton filmnya.
____
Ditulis oleh: Ahmad Romdoni
Disclaimer: isi tulisan merupakan pandangan pribadi penulis, bukan merupakan pandangan Redaksi.