Kontingen Kabupaten Tangerang Ditarget Juara Umum Porprov Banten, KONI: Kita Gas!

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
21 Agu 2026 17:44
2 menit membaca

KONTINGEN Kabupaten Tangerang diberi target meraih juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII tahun 2026 yang dihelat di Kota Tangerang Selatan.

Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang Asep Suherman, Kamis (20/8/2026) saat menerima kunjungan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tangerang.

“Amanah dari Pak Bupati agar kita bisa menjadi juara umum Porprov nanti,” kata Asep.

Asep pun meminta para atlet mengeluarkan kemampuan terbaik agar target dapat tercapai. Dia juga berharap, Pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga meningkatkan fokus dan konsentrasi.

“Sehingga harapan membawa pulang gelar juara Porprov untuk keempat kalinya dapat tercapai,” ujarnya.

Asep memberi dukungan penuh kepada KONI Kabupaten Tangerang, termasuk dukungan anggaran, sehingga tidak ada kendala dalam masa persiapan serta ketika porprov dilaksanakan.

Menurutnya, atlet yang sudah dipersiapkan harus terus dimonitor sehingga minimal bisa mempertahankan medali emas. Sedangkan atlet-atlet baru harus didorong untuk meraih medali emas.

Menanggapi target tersebut, Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu menyatakan tekad untuk berjuang merebut juara umum. Dia menegaskan atlet-atlet Kabupaten Tangerang sudah siap bertanding di ajang tersebut.

“Kita gas terus. Kita upayakan agar bisa meraih gelar juara umum,” ujar Eka.

Eka juga melaporkan berbagai persiapan yang sudah dilaksanakan menghadapi Porprov. Di antaranya menyiapkan 1.066 atlet untuk mengikuti pertandingan Porprov Banten. Eka menambahkan seluruh atlet yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi.

“Kabupaten Tangerang sebenarnya sudah melakukan persiapan sejak 2024, 2025 hingga 2026,” ucap Eka.

Namun, lanjut Eka, ada hal yang disesalkan yakni saat tuan rumah mengumumkan cabang olahraga yang dipertandingkan sekitar 8 bulan sebelum pelaksanaan Porprov. Dalam pengumuman itu, ada sejumlah cabang olahraga unggulan yang tidak dipertandingkan seperti aeromodelling dan kickboxing. Di lain sisi, ada beberapa cabang olahraga baru yang tidak dimiliki Kabupaten Tangerang.

“Sehingga kami hanya bisa mengirimkan 56 cabor dari 60 yang dipertandingkan,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, panitia juga melakukan pembatasan usia dan pembatasan jumlah nomor yang boleh diikuti atlet. Hal ini menyebabkan atlet yang sudah berlatih dalam jangka panjang mendadak tidak bisa bertanding. Kasus ini menimpa cabang olahraga squash dan sepakbola.

“Namun demikian, kami tetap optimistis menghadapi Porprov Banten,” pungkas Eka.