Kejari Kabupaten Tangerang Ajak Masyarakat Ikut Berperan Berantas Korupsi

REDAKSI
11 Des 2025 14:46
2 menit membaca

KEJAKSAAN Negeri Kabupaten Tangerang mengajak semua elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam upaya memberantas korupsi.

Ajakan itu diimplementasikan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang melalui peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di kawasan Edukasi Wisata Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan atas kerja sama dengan Pemerintahan Desa Sodong itu, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hakordia yang diperingati setiap 9 Desember.

Kepala Seksi Pidana Khusus Muhammad Arsyad, yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Afrillianna Purba, mengatakan, kegiatan bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang pencegahan korupsi. Sehingga dapat terbangun gerakan bersama untuk memberantas praktik-praktik penyimpangan.

“Kami ingin menyamakan persepsi bersama masyarakat, bagaimana mengatasi dan membasmi korupsi,” kata Arsyad.

Arsyad bilang, Kejaksaan tidak akan sanggup bekerja sendiri dalam memberantas korupsi. Mesti ada dukungan masyarakat. Sebab, kata dia, korupsi berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Dan masyarakat juga bisa berperan dalam pencegahan,” ujar Arsyad.

Dia menambahkan, Kejaksaan tidak hanya berfokus pada penindakan. Namun turut melakukan langkah-langkah pencegahan. Hal itu agar korupsi tidak dapat dicegah.

“Kami berharap masyarakat dapat bahu membahu bersama Kejaksaan. Penindakan memang penting, tetapi pencegahan jauh lebih menentukan,” terang Arsyad.

Kepala Desa Sodong Doni Bambang Priyangga mengapresiasi kegiatan itu. Kata dia, merupakan kehormatan, Desa Sodong dijadikan lokasi kegiatan Hakordia. Sehingga masyarakat mendapatkan pemahamannya mengenai upaya-upaya melawan korupsi.

“Suatu kehormatan bagi kami Desa Sodong menjadi tuan rumah kegiatan Hakordia 2025. Semoga apa yang disampaikan hari ini menambah pengetahuan warga tentang anti korupsi,” ucapnya.

Doni menegaskan, gerakan anti korupsi harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar agenda seremonial. Dia lalu bilang, Desa Sodong berkomitmen menjalankan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kami berharap Kejaksaan dapat terus hadir dalam berbagai kesempatan untuk memberikan pembinaan,” tandasnya.

Kegiatan Hakordia juga diisi dengan sesi tanya jawab yang membuka ruang interaksi antara masyarakat dengan Kejaksaan. Peserta kegiatan antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar hukum, pencegahan korupsi, dan tata kelola desa.

Acara itu juga turut dihadiri berbagai kalangan, seperti perwakilan Kecamatan Tigaraksa, tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, KNPI, Karang Taruna, hingga pelajar dari SMAN 18 dan MAN 1 Tigaraksa.