Kalah Saing dengan Toko Online, Pedagang Bendera di Tigaraksa Ngaku Sepi Pembeli

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
5 Agu 2026 19:29
2 menit membaca

PEDAGANG bendera Merah Putih mengaku sepi pembeli, padahal sudah memasuki bulan Agustus. Wawan, salah seorang pedagang bendera di kawasan Tigaraksa, mengatakan, sepinya pembeli lantaran kalah saing dengan toko online.

“Kalau penjualan tahun sekarang agak sepi, tidak seperti tahun-tahun kemarin. Pengaruh online kayaknya, karena jualnya lebih murah,” kata Wawan, Rabu (5/8/2026).

Hal itu disampaikan Wawan, yang dalam sehari paling bisa menjual satu sampai dua bendera. Padahal, kata dia, Hari Kemerdekaan, yakni 17 Agustus semakin dekat. Dia pun kembali menyampaikan, hal itu disebabkan karena masyarakat lebih memilih belanja secara online karena harganya lebih murah.

Di lapaknya, Wawan menjual bendera mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung ukuran dan kualitas bahan. Sementara umbul-umbul dibanderol mulai Rp15 ribu hingga Rp30 ribu. Sedangkan bendera sepanjang lima meter dijual seharga Rp10 ribu.

Wawan bilang, lapak bendera akan beroperasi hingga sekitar 15 Agustus, sementara penjualan biasanya berakhir pada 16 Agustus.  Dari sisi pendapatan, Wawan mengaku omzet penjualan saat ini hanya berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per hari. Nilai tersebut merupakan omzet kotor dan masih harus dipotong modal.

Padahal, pada periode ramai di tahun-tahun sebelumnya, omzet penjualan bendera dapat mencapai sekitar Rp5 juta per hari.

“Tahun kemarin itu kalau lagi ramai bisa sampai Rp5 juta sehari. Sekarang memang menurun karena pengaruh penjualan online,” tukasnya.