HUT ke-81 RI, Pemkab Tangerang Tekankan Kemerdekaan Harus Diterjemahkan dalam Pengabdian

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
17 Agu 2026 18:45
4 menit membaca

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tangerang tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Pemkab Tangerang menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk mengenang jasa para pahlawan. Sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian peringatan kemerdekaan digelar melalui sejumlah kegiatan. Mulai dari tasyakuran bersama masyarakat, renungan suci di Taman Makam Pahlawan, Pekan Olahraga Pegawai (POP), hingga upacara pengibaran duplikat Bendera Merah Putih sebagai puncak peringatan di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin (17/8/2026).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur. Sekaligus bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Indonesia.

“Tanpa perjuangan mereka, tentunya kita belum tentu bisa merasakan kemerdekaan saat ini,” kata Maesyal saat memimpin upacara.

Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan perlu diterjemahkan sesuai dengan tantangan masa kini. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan, kini perjuangan dapat diwujudkan melalui pengabdian, peningkatan pelayanan publik, menjaga kerukunan, serta ikut membangun daerah.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita kumandangkan di Kabupaten Tangerang, salah satunya melalui peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia mengajak semua elemen untuk bersama-sama melanjutkan perjuangan para pahlawan sesuai dengan perkembangan dan tantangan saat ini.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI diawali dengan tasyakuran bersama masyarakat di Masjid Al-Amjad pada Jumat (14/8/2026).

Sehari kemudian, Pemkab Tangerang menggelar renungan suci di Taman Makam Pahlawan Raden Arya Wangsakara, Kecamatan Pagedangan, Sabtu (15/8/2026) pukul 00.00 WIB.

Renungan suci tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Di lokasi tersebut dimakamkan 17 pahlawan, terdiri dari empat anggota angkatan bersenjata dan 13 pejuang dari badan perjuangan.

Prosesi berlangsung khidmat melalui mengheningkan cipta, penaburan bunga, serta pembacaan doa untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.

“Renungan suci menegaskan bahwa jasa para pahlawan tidak akan dilupakan. Kita mengenang dan mendoakan mereka yang telah gugur membela kemerdekaan Indonesia,” tutur Maesyal.

Selain kegiatan bernuansa spiritual dan penghormatan kepada pahlawan, rangkaian HUT ke-81 RI juga diisi dengan Pekan Olahraga Pegawai (POP) sebagai ruang membangun kebersamaan dan sportivitas di lingkungan Pemkab Tangerang.

Puncak peringatan HUT ke-81 RI berlangsung melalui upacara pengibaran duplikat Bendera Merah Putih di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang.

Upacara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta tokoh agama. Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Peringatan detik-detik Proklamasi ditandai dengan bunyi sirine dan tembakan kehormatan sebanyak 17 kali, dilanjutkan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Maesyal mengatakan pelaksanaan upacara berjalan baik dan lancar. Dia menilai peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa aparatur pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Momentum ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal,” katanya.

Maesyal menegaskan, tanggung jawab tersebut bukan hanya berada di tingkat pemerintah kabupaten. Semangat pelayanan harus diwujudkan bersama oleh Forkopimda, perangkat daerah, hingga jajaran pemerintahan kecamatan, desa, dan kelurahan.

Maesyal juga menegaskan, melanjutkan perjuangan para pahlawan pada masa sekarang adalah dengan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kemudian menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang.

Maesyal juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga kebersamaan, serta terus berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Dia mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, baik yang digelar pemerintah daerah maupun di lingkungan masyarakat.

“Kita semua mengenang dan mendoakan para pejuang serta pahlawan yang telah gugur membela dan memerdekakan Republik Indonesia. Semoga mereka senantiasa mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Suasana peringatan semakin semarak dengan penampilan Paduan Suara Gita Swara Tangerang Gemilang dan penyanyi solo yang turut mengiringi rangkaian kegiatan.

Bagi Pemkab Tangerang, peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang mengingat bagaimana Indonesia merdeka, tetapi juga tentang memastikan semangat kemerdekaan terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Yakni melalui pelayanan yang lebih baik, masyarakat yang semakin peduli, serta pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh warga. (ADV)