Geber Normalisasi Cirarab, Bupati Maesyal Tinjau Progres Penertiban Bangli

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
21 Apr 2026 20:13
2 menit membaca

BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid kembali turun memastikan percepatan normalisasi Kali Cirarab. Kali ini, dia meninjau progres pembongkaran bangunan liar (bangli) di bantaran sungai tersebut yang meliputi wilayah Kecamatan Sepatan dan Pasar Kemis, Selasa (21/4/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret Pemkab Tangerang dalam mengebut penanganan banjir. Kata Maesyal, fokus saat ini adalah penertiban bangunan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS).

Maesyal menegaskan, keterlibatan lintas instansi bertujuan memastikan proses penertiban dan normalisasi berjalan optimal, termasuk dalam menindak pelanggaran oleh pihak swasta di bantaran sungai.

“Kami sudah sampaikan dan alhamdulillah pihak PT. Intek bersedia mematuhi ketentuan GSS dan akan melakukan pembongkaran secara mandiri,” kata Maesyal.

Dia menyebut, kesediaan melaksanakan pembongkaran tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap kepentingan umum. Menurutnya, normalisasi Sungai Cirarab menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir. Sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar aliran sungai.

“Setelah dinormalisasi dan dilakukan penurapan, Insya Allah wilayah ini diharapkan tidak lagi terdampak banjir,” ujarnya seraya menambahkan bahwa hal tersebut merupakan langkah jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Di wilayah Sepatan, ada tiga perusahaan yang akan membongkar secara mandiri. Di Pasar Kemis juga masyarakat, termasuk pelaku usaha dan tempat ibadah, sudah mulai melakukan pembongkaran,” ungkapnya.

Normalisasi Kali Cirarab sendiri ditargetkan mencakup sepanjang kurang lebih 700 meter. Mulai dari wilayah Gelam hingga area sekitar PT Intek. Setelah pembongkaran rampung, tahapan berikutnya adalah pengerukan dan penurapan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Selain di Cirarab, penanganan banjir juga akan diperluas ke wilayah lain seperti Jayanti dan Kresek melalui pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir yang saat ini masih dalam proses tender.

“Semua dilakukan secara bertahap untuk mengurangi tingkat kebanjiran di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (don)