Di Cisoka, Bupati Maesyal Sebut Jumling sebagai Ruang Curhat Warga

REDAKSI
17 Apr 2026 19:01
1 menit membaca

BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid menyebut, kegiatan Jumat Keliling (Jumling) merupakan ruang curhat warga. Oleh karenanya, dia melaksanakan Jumling bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebagai ruang dialog langsung dengan warga.

“Lewat Jumling ini, kami ingin memastikan pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” kata Maesyal saat menyambangi Masjid At-Taqwa, Kampung Bunar, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Jumat (17/4/2026).

Melalui Jumling, lanjut Maesyal, pemerintah daerah membuka ruang komunikasi dua arah dengan masyarakat. Dia menegaskan, pemerintah tidak boleh berjarak dengan warga dan harus hadir langsung untuk mendengar persoalan di lapangan.

“Kami datang untuk mendengar langsung, melihat langsung, dan merasakan apa yang dirasakan warga,” ujarnya.

Maesyal juga menyoroti peran masjid yang dinilai tidak cukup hanya menjadi tempat ibadah. Tetapi harus menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat. Menurutnya, masjid bisa menjadi ruang pembinaan nilai kebersamaan hingga penguatan karakter masyarakat.

“Masjid harus menjadi pusat kehidupan umat. Di sinilah nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dibangun,” katanya.

Selain menyerap aspirasi warga, Maesyal memastikan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan layanan publik. Mulai dari infrastruktur, pendidikan hingga kesehatan. (don)