Bupati Resmikan Pura di Sodong Tigaraksa, Jadi Ruang Belajar Toleransi hingga Wisata Budaya

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
21 Jul 2026 18:42
2 menit membaca

PURA Parahyangan Agung Bhuwana Raksati di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, resmi diresmikan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Selasa (21/7/2026). Lebih dari sekadar rumah ibadah umat Hindu, pura tersebut diproyeksikan menjadi pusat edukasi keberagaman, pelestarian budaya, hingga destinasi wisata religi di Kabupaten Tangerang.

“Tempat ini bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga menjadi tempat edukasi, agrowisata, dan wisata budaya,” kata Maesyal.

Maesyal juga mengatakan, keberadaan pura menjadi bukti bahwa Kabupaten Tangerang mampu menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama dan budaya.

Menurutnya, Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati telah dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran lintas agama. Berbagai sekolah, mulai dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga SD dan SMP, telah mengunjungi lokasi tersebut untuk mengenal keberagaman secara langsung.

“Ini membuktikan bahwa Kabupaten Tangerang adalah daerah yang harmonis dan menjunjung tinggi toleransi,” ujarnya.

Dia menegaskan, pembangunan pura telah memenuhi seluruh ketentuan administrasi dan perizinan yang berlaku. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh bahwa kebebasan menjalankan ibadah dapat berjalan berdampingan dengan kepatuhan terhadap aturan.

“Saya yakin umat beragama lainnya juga memiliki komitmen yang sama untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Maesyal berharap kawasan pura terus berkembang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berwisata, sekaligus memperkuat persaudaraan antarumat beragama.

Dia juga mengapresiasi seluruh panitia dan umat Hindu yang berhasil menyelesaikan pembangunan pura yang dimulai pada April 2018 dan rampung pada Maret 2026.

Sementara itu, perwakilan pengelola pura, Wayan, menjelaskan sejak proses pembangunannya dimulai pada 2018, kawasan tersebut telah berkembang menjadi ruang publik yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan edukasi dan budaya.

Selain menjadi tempat ibadah umat Hindu dari Kabupaten Tangerang dan wilayah sekitarnya, pura juga rutin menjadi lokasi studi lapangan bagi perguruan tinggi, pembelajaran siswa, hingga tempat foto pranikah.

“Setiap tahun tempat ini digunakan untuk kegiatan edukasi oleh sekolah-sekolah dan berbagai institusi pendidikan lainnya,” kata Wayan. (don)