Ilustrasi dibuat dengan bantuan AIPANITIA SELEKSI (Pansel) Bakal Calon Direktur Operasi Perusahaan Umum Daerah Niaga Kerta Raharja (Perumda NKR) Kabupaten Tangerang sudah merampungkan tugas. Proses seleksi sudah selesai. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) sudah menentukan pilihan: Abdul Haer.
Kontestasi memang sudah bubar, tapi surat keputusan (SK) dan pelantikan belum digelar. Abdul Haer kini berstatus Direktur Operasi Perumda NKR Terpilih. Sedangkan Untung Saputra dan satu calon lain Ana Andriana terpeleset.
Semua tampak baik-baik saja. Seperti usai laga eksebisi yang tak terlalu mengedepankan gengsi—di mana yang tadi terlibat dalam pertandingan lalu mengakhiri laga dengan salaman dan saling berangkulan. Tapi di balik air yang tenang, kadang ada arus yang menghanyutkan.
Ada bara dalam sekam di tubuh Perumda NKR Kabupaten Tangerang. Ibarat peribahasa, api padam puntung berasap—api seleksi padam, puntung direksi yang berasap. Api padam puntung berasap adalah peribahasa yang berarti sesuatu yang dianggap sudah selesai, tetapi masih menimbulkan masalah atau masih dibicarakan.
Begitulah Perumda NKR Kabupaten Tangerang—dari luar tampak tenang, tapi di dalamnya tersembunyi potensi ketidakharmonisan. Abdul Haer yang terpilih jadi direktur di perusahaan plat merah itu, sebelumnya sempat menuai sorotan. Lantaran status dia yang pernah mejadi Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Mauk.
Namun Abdul Haer buru-buru buka suara. Dia memastikan bahwa dirinya sudah mundur dari partai besutan Prabowo Subianto itu. Untung Saputra juga sama, punya latar belakang di Partai Gerindra. Oleh karena itu pula, seleksi Direktur Operasi Perumda NKR disebut-sebut sebagai “final sesama Gerindra—siapa pun pemenangnya, Gerindra juaranya.”
Api Padam Puntung Berasap
Isu kurang sedap justru datang usai seleksi tuntas dilaksanakan. Ada kabar yang menyebut, Abdul Haer bukanlah preferensi Direktur Utama Perumda NKR Finny Widiyanti. Isunya, Finny disebut lebih menjagokan Untung—yang merupakan orang dekatnya di organisasi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Tangerang. Di organisasi cabang olahraga itu, Finny menjabat Ketua, sedangkan Untung Sekretarisnya.
Tak lama setelah hasil seleksi diumumkan, Selasa (2/12/2025), muncul kabar bahwa Finny meluapkan kekecewaan melalui status WhatsApp (WA). Beberapa yang melihat status WA itu menyebut nada tulisan itu tidak sedang baik-baik saja. Di status WA Finnny menulis “sudah kuduga“. Status WA Finny itu dapat bermakna apa saja—dan bisa jadi tidak berhubungan dengan hasil seleksi.
Oleh karena itu, Lensametro menghubungi Finny untuk meminta konfirmasi soal isu yang beredar. Awalnya, Finny dimintai tanggapan soal terpilihnya Abdul Haer. Finny memberikan tanggapan normatif dan belum bersedia memberikan tanggapan panjang . Kata dia, hal itu karena SK dan pelantikan belum dilaksanakan.
“Nanti setelah dilantik resmi dan ada SK. Intinya siap selalu bekerjasama dengan siapa pun yang telah lolos seleksi untuk Perumda menjadi lebih maju,” kata Finny melalui pesan singkat, Jumat (5/12/2025). Finny yang meminta wawancara melalui WA.
Lalu Finny ditanya soal rumor bahwa dirinya lebih menjagokan Untung Saputra—karena ada kedekatan organisasi di Perbasi Kabupaten Tangerang—ketimbang Abdul Haer. Ditanya demikian, Finny mempertanyakan sumber rumor dan menyebut rumor itu tidak perlu dia tanggapi.
“Saya tidak mau main di area rumor, profesional saja,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih, sinyal meminta wawancara dihentikan.
Konfirmasi juga kami lakukan kepada Untung Saputra. Kami mengajukan permohonan wawancara, tapi Untung mengaku masih berada di kantor. Sehingga wawancara dilakukan lewat pesan WA. Untung ditanya tanggapan soal terpilihnya Abdul Haer. Jawaban Untung diplomatis.
“Aduh kalau itu saya no comment, karena penilaiannya kan di pansel. Saya tidak bisa jawab,” ucap dia.
Soal rumor kedekatannya dengan Finny, juga kami tanyakan. Tapi hampir serupa dengan jawaban pertama, Untung enggan memberikan banyak komentar atau tanggapan.
“Saya no comment. Saya juga tidak tahu kalau itu,” kata Untung.
Figur lain yang kami mintai konfirmasi soal rumor itu tentu saja Abdul Haer. Tak seperti Finny dan Untung, Abdul Haer bercerita—yang membuat kami cukup mengerti situasi yang terjadi. Tapi Abdul Haer tidak mengizinkan hal yang dia ceritakan dikutip.
Meski demikian, Abdul Haer mengaku sudah berkomunikasi dengan Finny. Kata dia, kepada Finny dia memperkenalkan diri. Serta meminta petunjuk dan arahan kepada Finny yang bakal jadi pimpinannya di Perumda NKR Kabupaten Tangerang.
Hasil seleksi sudah final, tetapi melahirkan dinamika internal. Bagaimana pun, jajaran Direksi Perumda NKR Kabupaten Tangerang harus pprofesional
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perumda NKR Kabupaten Tangerang adalah milik publik. Jajaran yang mengelolanya harus seiring-sejalan. Agar dapat memberi kontribusi memuaskan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang. Sehingga performanya tidak lagi dipergunjingkan.