Banjir Rendam Ratusan Rumah di Taman Cikande Jayanti, Warga Bertahan dengan Perahu Galon

REDAKSI
14 Jan 2026 00:32
2 menit membaca

RATUSAN rumah di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terendam banjir akibat luapan Sungai Cidurian pada Selasa (13/1/2026) malam. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 2 meter di sejumlah titik, sementara bantuan logistik belum diterima warga hingga malam hari.

Pantauan di lokasi menunjukkan banjir menggenangi permukiman dengan ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 70 sentimeter hingga hampir menutupi atap rumah, terutama di area yang berdekatan dengan bantaran sungai. Seluruh warga terdampak dilaporkan telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebagian ke rumah kerabat.

Kondisi semakin parah di wilayah yang berada dekat Sungai Cidurian. Tanggul setinggi sekitar satu meter tidak mampu menahan derasnya luapan air yang terjadi pada malam hari, membuat air dengan cepat masuk ke permukiman warga.

Karena belum adanya bantuan dan keterbatasan perahu evakuasi, sejumlah warga terpaksa berinisiatif membuat perahu darurat dari galon plastik yang dirangkai seadanya untuk membantu mobilitas dan penyelamatan barang.

Salah satu warga terdampak, Radiani (57), mengatakan banjir merendam ratusan rumah yang tersebar di lima RT dan dua RW di perumahan tersebut. Menurut dia, banjir di Taman Cikande merupakan banjir kiriman akibat meluapnya Sungai Cidurian dan telah berlangsung puluhan tahun tanpa penanganan tuntas.

“Di sini memang sering banjir. Dalam dua minggu terakhir saja sudah tiga kali kebanjiran. Di bagian belakang permukiman, ketinggian air hampir dua meter,” ujar Radiani.

Dia menjelaskan, meski hujan tidak turun di wilayah perumahan, banjir tetap terjadi saat debit Sungai Cidurian meningkat. Kondisi ini, kata dia, sudah dialami warga sejak 1996.

Hingga Selasa malam, warga mengaku belum menerima bantuan logistik dari pemerintah. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini meliputi perahu evakuasi, makanan, serta obat-obatan.

“Yang paling kami butuhkan itu perahu, makanan, dan obat-obatan. Sampai sekarang belum ada bantuan, makanya kami bikin perahu seadanya dari galon,” pungkasnya. (don)