Bangkitkan Semangat di Tanah Peureulak Aceh Timur, Mahasiswa STIK Gelar Trauma Healing dan Bantuan Al-Qur’an

REDAKSI
14 Feb 2026 20:43
Berita 0
2 menit membaca

DI TENGAH upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat POLRI Angkatan 83/WPS kembali melaksanakan kegiatan sosial, Sabtu (14/2/2026).

Kali ini, kegiatan yang dilaksanakan adalah trauma healing dan penyerahan bantuan Al-Qur’an serta perlengkapan salat di SMA Negeri 1 Peureulak, Desa Pasir Putih, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Perwira Pendamping, Kombes Pol Firdaus Wulanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian insan Bhayangkara terhadap pemulihan psikologis generasi muda yang terdampak bencana.

“Tidak sekadar memberikan bantuan fisik, mahasiswa juga membangun ruang interaksi yang hangat dan penuh empati bersama para siswa,” kata Firdaus.

Firdaus menegaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari pembelajaran kepemimpinan humanis yang harus dimiliki setiap anggota Polri. Dia menambahkan, Polri tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.

“Trauma healing ini adalah bentuk nyata bahwa kepolisian hadir untuk menguatkan, mendengar, dan memberi harapan,” ujarnya.

Selain sesi motivasi dan pemulihan psikologis, mahasiswa STIK turut menyerahkan bantuan Al-Qur’an dan perlengkapan salat sebagai dukungan spiritual bagi para siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat mental dan moral di tengah proses pemulihan.

Perwakilan mahasiswa, Iptu Bayu Aji Prabowo menyampaikan, interaksi langsung dengan para pelajar memberikan pengalaman berharga tentang arti empati dan tanggung jawab sosial. Dia bilang, mahasiswa bisa belajar bahwa menjadi anggota Polri berarti siap hadir di setiap kondisi masyarakat.

“Termasuk saat mereka membutuhkan dukungan moral dan semangat untuk bangkit,” ungkapnya.

Sementara itu mahasiswa lainnya, Iptu Yoga Dwi Arjuna menambahkan, semangat para siswa menjadi energi tersendiri bagi para mahasiswa STIK. Dia menyampaikan, melihat para pelajar yang tetap semangat belajar di tengah situasi sulit, merupakan inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menjadi manusia pembelajar.

“Semoga bantuan ini tidak hanya bermanfaat secara fisik, tetapi juga memperkuat keyakinan dan optimisme,” tuturnya.

Melalui kegiatan itu, Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS menunjukkan, pengabdian Polri tidak hanya hadir dalam seragam dan kewenangan. Tetapi juga dalam kepedulian, empati, dan aksi nyata untuk kemanusiaan.