110 Keluarga Nelayan Tanjung Kait Punya Rumah dan Masa Depan Baru

REDAKSI
13 Feb 2026 20:29
2 menit membaca

SEBANYAK 110 keluarga nelayan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, kini resmi menempati rumah sehat dan layak huni. Bantuan rumah itu merupakan hasil kolaborasi Pemkab Tangerang bersama Habitat for Humanity Indonesia, koperasi, Komida, serta para donatur.

“Ini bukan sekadar bangunan, tapi awal kehidupan yang lebih baik bagi mereka,” kata Bupati Tangerang Maesyal Rasyid saat peresmian, Jumat (13/2/2026).

Dia melanjutkan, Program itu dimulai sejak 2024, menyasar nelayan berpenghasilan rendah. Para nelayan itu sebelumnya tidak memiliki tanah maupun hunian tetap. Melalui program itu, para nelayan tak hanya memiliki rumah, tetapi juga kepastian hukum di atas tempat tinggal.

Maesyal menyampaikan, revitalisasi dirancang sebagai solusi komprehensif, bukan hanya mengganti bangunan fisik. Kawasan tersebut, ujar dia, kini dilengkapi akses air bersih, jalan beton, dan paving lingkungan.

“Drainase, balai warga, Posyandu, serta ruang komunal untuk aktivitas sosial masyarakat,” ucapnya.

Selanjutnya, terang Maesyal, Pemkab Tangerang menyiapkan pembangunan penerangan jalan umum (PJU). Serta membuka peluang pembangunan sarana pendidikan apabila jumlah penduduk terus bertambah.

Pemkab Tangerang juga turut memperkuat aspek ekonomi warga melalui bantuan alat tangkap ikan, cool box, dan sarana penunjang lain. Hal itu untuk meningkatkan produktivitas nelayan.

Bahkan, para istri nelayan untuk mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah agar pendapatan keluarga semakin meningkat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya punya rumah, tetapi juga punya aktivitas usaha yang berkembang,” tandas Maesyal.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman menyebut, program itu lahir dari kebutuhan nyata masyarakat akan hunian yang sehat, aman, dan nyaman.

“Kami berharap revitalisasi ini menjadi fondasi kuat bagi masyarakat untuk terus berkembang,” ujarnya. (don)