Warga Adukan Koperasi di Solear ke Pemkab Tangerang, Diduga Kenakan Bunga Pinjaman Tinggi

REDAKSI
12 Mar 2026 02:11
2 menit membaca

SEJUMLAH warga melaporkan Koperasi Soala Gogo Maju Mandiri ke Pemkab Tangerang, DPRD Kabupaten Tangerang, serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro terkait dugaan praktik pemberian pinjaman dengan bunga tinggi.

Laporan tersebut disampaikan Saputra, warga Balaraja, dan Ruswandi, warga Tigaraksa, melalui kuasa hukum dari Kantor Hukum Denis Heriawan & Rekan.

Advokat Mulyana Rizki mengatakan dua kliennya mengaku dikenakan bunga pinjaman yang menurut mereka melebihi ketentuan yang diatur pemerintah.

Menurut Rizki, kliennya awalnya meminjam dana sebesar Rp12 juta dan telah melakukan pembayaran sekitar Rp11 juta dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. Selanjutnya mereka mengajukan tambahan pinjaman Rp8 juta dan terus melakukan pembayaran hingga total sekitar Rp15 juta.

Namun, kata Rizki, saat kliennya hendak melunasi pinjaman pada Juli 2024, pihak koperasi disebut menyampaikan bahwa sisa kewajiban pembayaran masih mencapai sekitar Rp60 juta.

“Klien kami terkejut karena saat hendak mengambil kembali jaminan sertifikat tanah, diminta melunasi sekitar Rp60 juta. Padahal menurut perhitungan mereka, pinjaman awal sekitar Rp18 juta dan sudah dibayar lebih dari Rp26 juta,” kata Rizki, Selasa (10/3/2026).

Rizki menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang untuk melakukan evaluasi terhadap operasional koperasi yang bersangkutan.

Dia merujuk pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

Selain itu, Rizki juga menyebut adanya keluhan dari kliennya terkait dokumen identitas yang disebut sempat ditahan sebagai bagian dari jaminan pinjaman.

“Harapannya Dinas Koperasi dapat melakukan pembinaan atau klarifikasi sehingga persoalan ini bisa diselesaikan secara adil bagi semua pihak,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Koperasi Soala Gogo Maju Mandiri belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. (don)