Usai Muscab Berisik, Nur Kholis Mundur, Kursi Ketua PKB Kabupaten Tangerang Berpindah Tangan

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
11 Jun 2026 17:54
3 menit membaca

MOHAMMAD Nur Kholis memilih mundur dari penetapan sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang periode 2026–2031. Keputusan itu cukup mengejutkan, sebab Nur Kholis baru saja ditetapkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang untuk lima tahun ke depan.

Saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026), Nur Kholis membenarkan dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

“Alasannya ingin fokus sebagai ketua fraksi saja,” ujar Nur Kholis. Saat ini, Nur Kholis juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten.

Keputusan Nur Kholis itu terjadi setelah Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Tangerang yang digelar April (10/4/2026) diwarnai gelombang protes kader yang menuntut perubahan kepemimpinan.

Pada Muscab tersebut, terjadi ketegangan terbuka di internal partai. Saat itu sejumlah kader dan pengurus anak cabang (PAC) secara terbuka melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan DPC. Serta menyerukan perubahan dan regenerasi di tubuh partai.

Situasi bahkan sempat memanas ketika terjadi aksi saling tarik spanduk hingga dorong-dorongan antar peserta forum. Namun Nur Kholis membantah pengunduran dirinya berkaitan dengan dinamika Muscab tersebut.

“Tidak ada tekanan dari mana pun. Tidak ada hubungan dengan kisruh itu. Murni saya mundur,” tegasnya.

Salah satu kader yang saat Muscab cukup vokal menyuarakan perubahan adalah Abdurrosyid dari PAC Kelapa Dua. Dalam aksi protes tersebut, dia menyebut kader akar rumput menginginkan restrukturisasi dan perubahan kepemimpinan di tubuh DPC PKB Kabupaten Tangerang.

Namun, Abdurrosyid yang sebelumnya menjadi salah satu pengkritik paling keras, justru mengaku terkejut mendengar kabar pengunduran diri Nur Kholis. Dia juga enggan memberikan tanggapan atas mundurnya Nur Kholis.

“Masalahnya saya juga baru dengar ini,” ujarnya singkat. Dia juga ogah membahas lebih jauh perihal peristiwa kisruh pada Muscab tersebut.

Pasca pengunduran diri tersebut, DPP PKB menunjuk Ustur Ubadi sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang. Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Tangerang ini secara diplomatis menanggapi amanah tersebut dengan memberikan apresiasi kepada Nur Kholis.

Menurutnya, Nur Kholis layak diapresiasi lantaran berhasil meningkatkan perolehan kursi partai dari empat kursi menjadi enam kursi. Bahkan, lanjut Ustur, Nur Kholis sukses mengantarkan salah satu kader PKB menjadi pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang.

“Capaian beliau (Nur Kholis) banyak,” kata Ustur.

Ustur menjelaskan, Muscab sebenarnya bukan forum yang menentukan ketua terpilih. Menurutnya, Muscab hanya menghasilkan rekomendasi nama-nama calon yang kemudian diproses lebih lanjut oleh DPP melalui serangkaian tahapan, mulai dari fit and proper test, tes psikologi, hingga wawancara.

“Ada sembilan nama yang direkomendasikan,” ujarnya.

Menurut Ustur, keputusan final baru ditetapkan DPP setelah seluruh tahapan selesai. Ketika Nur Kholis memutuskan mundur, DPP kemudian menunjuk dirinya sebagai ketua.

“Pak Nur Kholis memutuskan mengundurkan diri sebagai Ketua DPC. Oleh karena itulah, keputusan DPP adalah diputuskan saya yang jadi ketua,” jelasnya.

Pekerjaan pertama yang menanti Ustur bukan hanya melanjutkan capaian politik PKB. Tetapi juga merajut kembali soliditas internal partai pasca Muscab yang sempat memperlihatkan adanya riak di kalangan kader.

“Kita bangun soliditas, baik di pengurus maupun di tingkat PAC-PAC. Yang paling utama adalah membangun soliditas terlebih dahulu di tingkat pengurus,” pungkasnya. (don)