ULASAN | Carry-On: Tegang, Bikin Penasaran, dan Menyebalkan

REDAKSI
3 Feb 2026 13:42
3 menit membaca

BILA Anda kesal, geram, atau bahkan jengkel dengan kelakuan karakter dalam sebuah film, maka film itu bisa dibilang sukses memasuki ruang emosi Anda. Demikian pula yang saya rasakan saat menonton film Carry-On (2024). Kelakuan salah satu karakter dalam salah satu adegan, jujur saja, membuat saya benar-benar jengkel.

Adegan itu terjadi saat Nora (Sofia Carson) berada dalam situasi terancam dan dikejar oleh The Watcher (Theo Rossi). Alih-alih mencari perlindungan di tempat ramai, Nora justru mengambil keputusan yang terasa irasional. Untungnya, Ethan (Taron Egerton), kekasihnya, hadir di saat genting.

Film Carry-On bercerita tentang Ethan, seorang petugas bandara yang harus menghadapi situasi di luar kendalinya. Menjelang Natal, ketika bandara berada dalam kondisi tersibuk, Ethan terseret ke dalam rencana berbahaya sekelompok penjahat yang mengancam keselamatan banyak orang.

The Traveller (Jason Bateman), pemimpin kelompok kriminal ini, memaksa Ethan melakukan serangkaian tindakan berisiko tinggi—yang mengancam nyawa banyak orang. Ethan tentu ingin menolak, tetapi situasi membuatnya terjebak, tak mampu berbuat banyak.

Film ini dibangun dengan ketegangan yang konsisten. Para penjahat bahkan tidak diberi nama personal—cukup disebut The Traveller atau The Watcher. Namun, ketiadaan nama itu justru menegaskan kegilaan dan dinginnya aksi yang mereka lakukan. Mereka tidak hanya mampu menyusup ke sistem keamanan bandara, tetapi juga menunjukkan betapa rapuhnya sistem yang selama ini dianggap aman.

Egerton, menurut saya, cukup berhasil memerankan Ethan sebagai pria biasa yang tengah terhimpit tekanan hidup. Dia bergulat dengan persoalan ekonomi, tanggung jawab pribadi, dan tuntutan masa depan. Di sisi lain, Nora digambarkan sebagai sosok keras kepala—yang, alih-alih memancing simpati, justru beberapa kali membuat penonton mengelus dada.

Ethan sukses membuat penonton ikut cemas. Sementara Nora, tanpa sadar, berhasil memancing kejengkelan karena sikapnya yang kerap mengabaikan peringatan dan mengambil keputusan yang terasa tidak masuk akal.

Jason Bateman tampil mengejutkan sebagai The Traveller. Jika di film lain dia kerap identik dengan peran komedi, di sini ia justru tampil menyebalkan dengan kekejaman yang dingin dan penuh perhitungan. Begitu pula Theo Rossi sebagai The Watcher, sosok cerdas di balik layar yang mampu melakukan aksi ekstrem tanpa banyak emosi.

Film ini berhasil menjaga rasa penasaran penonton: siapa yang bisa dipercaya, sejauh mana rencana itu berjalan, dan konsekuensi apa yang harus dibayar. Sementara di sisi lain, kelompok jahat ini bahkan menolak disebut teroris. Lalu apa motifnya?

Beberapa pilihan cerita bahkan sengaja membuat penonton tidak sepenuhnya puas—sebuah keputusan yang terasa pahit, tapi realistis.

Tak heran bila film thriller karya sutradara Jaume Collet-Serra ini sempat menjadi salah satu tontonan terpopuler di Netflix. Adegan-adegan menegangkan berpadu dengan dialog ringan di saat genting, yang justru memperkuat rasa waswas.

Singkatnya: Carry-On adalah film yang membuat penonton tegang, kesal, sekaligus terlibat secara emosional.

Tontonlah. Jika Anda mencari film thriller yang mampu membuat jantung berdebar sekaligus emosi naik-turun, Carry-On layak masuk daftar.


Ditulis oleh Ahmad Romdoni