Perkuat Imunisasi dan Tekan Stunting, Pemkab Tangerang Luncurkan Gerebek Posyandu 2026

REDAKSI
7 Jan 2026 22:06
2 menit membaca

PEMKAB TANGERANG meluncurkan Gerebek Posyandu 2026 secara serentak, Rabu (7/1/2025). Pencanangan simbolik digelar di Perum Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja.

Gerakan tersebut merupakan upaya untuk memperkuat layanan kesehatan dasar, khususnya imunisasi balita, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan gizi ibu hamil guna mencegah stunting.

“Posyandu sebenarnya sudah berjalan, tapi hari ini kita canangkan sebagai gerakan bersama se-Kabupaten Tangerang agar dampaknya lebih terasa,” ujar Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Dia menyampaikan, Posyandu adalah ujung tombak layanan kesehatan masyarakat. Sebab posisinya berdekatan dengan warga sehingga mudah diakses. Posyandu, lanjut Maesyal, memberikan layanan mulai dari imunisasi balita, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

“Warga tidak perlu jauh ke Puskesmas atau rumah sakit. Layanan dasar bisa didapatkan langsung di lingkungan tempat tinggal,” imbuhnya.

Maesyal menyebut, sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, dimaktubkan bahwa posyandu memiliki enam bidang layanan, yakni hanya kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, perlindungan masyarakat, dan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmidzi menjelaskan, sumber pendanaan PMT berasal dari Dana Desa, APBD, dan APBN. Pada 2026, ujar dia, Pemkab menargetkan PMT pemulihan bagi sekitar 12.000 balita bermasalah gizi dan 5.000 ibu hamil berisiko.

“Seluruh sasaran akan melalui skrining di Posyandu untuk menentukan intervensi yang tepat, mulai dari PMT, tablet tambah darah, hingga rujukan medis,” kata dia.

Hendra lalu menambahkan, semenit digulirkan pada 2024, Gerebek Posyandu efektif meningkatkan partisipasi masyarakat. Serta disebut turut menurunkan jumlah balita berisiko stunting, dari sekitar 17 ribu menjadi 9 ribuan.

Melalui Gerebek Posyandu 2026, Pemkab Tangerang berharap penurunan stunting serta pencegahan kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan secara berkelanjutan. (don)