
MENYAMBUT Hari Jadi ke-6 sekaligus rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Banten memperingatinya dengan cara berbeda.
Bukan sekadar seremoni, melainkan aksi nyata—menyentuh sisi kemanusiaan dan lingkungan. JMSI Banten mengisinya dengan santunan untuk anak yatim dan penanaman pohon. Kegiatan dilaksanakan serentak namun di tempat berbeda, Kamis (5/2/2026).
Untuk santunan anak yatim dan dhuafa dilaksanakan di Aula Yayasan Maktabul Aitam, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sedangkan penanaman pohon dilaksanakan di sepanjang bantaran Sungai Cisadane.
Aksi ini menjadi simbol kepedulian insan pers terhadap mitigasi bencana sekaligus upaya pelestarian lingkungan di wilayah rawan abrasi dan luapan air sungai.
“Ini menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya berperan sebagai kontrol sosial, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian nyata terhadap masyarakat,” kata Bupati Tangerang Maesyal Rasyid yang hadir pada kegiatan.
Maesyal pun mengapresiasi JMSI atas kegiatan santunan dan penanaman pohon. Kata dia, JMSI tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Dia menilai aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Cisadane sangat relevan dengan program Pemkab Tangerang dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu untuk mencegah luapan air sungai ke kawasan permukiman.
“Aksi penanaman pohon ini menunjukkan perusahaan media hadir dan berkontribusi,” ujarnya.
Maesyal pun berharap kegiatan sosial dan berwawasan lingkungan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun.
Sementara itu, Ketua JMSI Banten Wahyu Hariyadi, menegaskan, peringatan Milad ke-6 yang jatuh pada 8 Februari 2026. Kata dia, kegiatan sengaja dirangkaikan dengan agenda sosial agar keberadaan media benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ini bagian dari kepedulian dan kerja jurnalistik,” ujarnya.
Wahyu bilang, jurnalis bukan sekadar menyampaikan informasi atau mengolah data. Tetapi mesti hadir memberikan edukasi dan pencerahan. Termasuk soal pentingnya menjaga lingkungan.
Dia menambahkan, pemilihan bantaran Sungai Cisadane sebagai lokasi penanaman pohon bertujuan untuk mencegah erosi. Selain itu, juga untuk edukasi kepada masyarakat dan generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dia pun mengapresiasi kepada semua pihak yang membantu terlaksananya kegiatan. Serta mendorong penguatan sinergisitas lintas sektor untuk kepentingan bersama.
“Semoga kolaborasi ini terus terjaga,” pungkasnya.
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan JMSI Provinsi Banten, JMSI Kabupaten Tangerang, dan JMSI Kota Tangerang, serta dihadiri jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang, Diskominfo Provinsi Banten, Dinas Lingkungan Hidup, dan aparatur pemerintah setempat. (don)