Luasan Kebakaran TPA Jatiwaringin Menyusut, Maesyal Pastikan Penanganan Dikebut

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
6 Jul 2026 19:21
2 menit membaca

UPAYA penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, mulai menunjukkan perkembangan positif. Luas area yang masih terbakar kini menyusut dari sekitar 15 hektare menjadi sekitar 5 hektare.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Senin (6/7/2026), memastikan proses pemadaman terus dikebut melalui kolaborasi lintas instansi.

“Pada hari kedua dan ketiga luas titik api mencapai sekitar 15 hektare. Sekarang tinggal sekitar 5 hektare dan itu pun hanya berupa titik-titik api, tidak lagi membakar seluruh hamparan,” kata Maesyal.

Dalam peninjauan tersebut, Maesyal bahkan naik hingga mendekati puncak timbunan sampah. Dia ingin memastikan kondisi terkini titik-titik api yang masih menyala.

Dia juga mengatakan, kondisi di bagian timur TPA mulai terkendali. Meski masih muncul kepulan asap akibat gas metana yang dipicu embusan angin.

“Memang masih ada beberapa titik karena anginnya cukup kencang sehingga gas metana muncul dan asap mengarah ke wilayah barat atau permukiman,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat, Maesyal menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa agar tetap siaga. Pemerintah juga telah menyiapkan lokasi evakuasi dan logistik. Serta pelayanan kesehatan apabila kondisi mengharuskan warga mengungsi.

Selain pemadaman melalui jalur darat, penyiraman dari udara juga terus dilakukan. Menurutnya, penambahan helikopter menjadi kebutuhan penting untuk menjangkau titik api yang berada di lokasi sulit diakses kendaraan pemadam.

“Opsi penambahan helikopter sudah kami bahas bersama Deputi BNPB agar proses pemadaman lebih efektif,” ungkapnya.

Maesyal menambahkan, seluruh instansi terkait terus melakukan evaluasi harian untuk menentukan langkah prioritas agar penanganan kebakaran berjalan lebih optimal.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau kondisi masyarakat terdampak. Termasuk mengatur lokasi pengungsian berdasarkan arah sebaran asap. Hal itu agar risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.

“Kami terus berkoordinasi untuk menentukan langkah-langkah prioritas. Sekaligus memastikan masyarakat tetap aman dari dampak asap,” jelasnya.

Dia mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Maesyal juga meminta doa dari seluruh masyarakat agar kebakaran segera dapat dituntaskan, seraya menegaskan, pelayanan kesehatan untuk warga terus berjalan.

“Begitu juga kebutuhan logistik masyarakat terdampak telah kami siapkan agar tetap terpenuhi,” tutupnya. (don)