Emak-Emak di Kampung Ini Lebih Takut Sama Tukang Kredit Dari Pada Virus Corona

oleh

PANDEGLANG; LENSAMETRO – Himbauan pemerintah daerah dan pusat yang melarang warga berkerumun sepertinya tak berlaku bagi emak-emak di kampung ini.

Di Kabupaten Pandenglang, tepatnya di wilayah Kecamatan Mandalawangi sejumlah emak-emak lebih takut sama tukang kredit dari pada virus corona. Lantaran harus terpaksa melakukan kontak secara langsung ketika penagih kredit datang.

Pantauan di lapangan, konsentrasi massa terlihat ketika sang kredit yang disebut warga Bank Emok datang mengumpulkan emak-emak sekitar 15 sampai 30 orang.

Emak-emak dikumpulkan agar melakukan pembayaran angsuran pinjaman setiap pekan. Lebih dari 10 perusahaan yang disebut Bank Emok itu masih beroperasi di kampung-kampung di wilayah Kecamatan Mandalawangi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pandeglang, Entus Bhakti menyarankan agar warga segera melaporkan ke Kasi Trantib Kecamatan masing-masing jika menemukan konsentrasi massa seperti Bank Emok.

“Agar dilakukan pembinaan dan diberikan sosialisasi terkait antisipasi wabah virus corona,” ujar Entus kepada wartawan, Kamis (19/03/2020).

Ia mengatakan, Trantib Kecamatan untuk berperan aktif dalam memantau dan memberikan sosialisasi kepada warga untuk tidak membuat perkumpulan massa dalam sementara waktu.

“Karena semua punya tanggung jawan melindungi diri dan orang lain dari bahaya wabah corona,” katanya.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Mandalawangi, H. Saiful Bakhri mengatakan telah mengintruksikan anak buahnya di lapangan.

Salah satunya dengan mengerahkan Kasatgas Linmas di setiap desa untuk memberikan himbauan dan pencegahan terkait aktivitas melibatkan konsetrasi massa seperti Bank Emok di Kecamatan Mandalawangi.

“Dengan jumlah personsl yang terbatas, kami melibatkan Linmas di desa untuk melakukan tindakan pembubaran bagi yang tidak mengindahkan. Ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona di Kecamatan Mandalawangi,” pungkasnya. (jir/joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.