
DINAMIKA penolakan penunjukan Dulhadi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Balaraja oleh sejumlah dewan guru dan staf tata usaha, direspons cepat Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
Langkah yang diambil tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis guna menjaga stabilitas lingkungan pendidikan. Termasuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dadan Gandana menyebut, persoalan terjadi karena adanya miskomunikasi internal. Hal tersebut kini tengah ditangani melalui pendekatan mediasi yang terukur.
“Memang ada miskomunikasi antara pihak guru dengan Plt kepala sekolah terkait penegakan aturan disiplin,” kata Dadan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (20/4/2026).
Dia menyebut, miskomunikasi itu di antaranya soal pengajuan izin bagi guru yang berhalangan atau sakit.
“Hal ini yang perlu kita luruskan bersama melalui mediasi,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, kata Dadan, pihaknya mengambil langkah konkret dengan menurunkan pengawas sekolah untuk melakukan pendampingan intensif selama dua minggu. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan komunikasi berjalan lebih efektif. Sekaligus menjaga suasana kerja tetap kondusif di lingkungan sekolah.
“Setelah itu akan kami evaluasi kembali,” jelasnya.
Dadan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas proses belajar mengajar agar tidak terdampak dinamika internal. Semua pihak, imbau dia, diharapkan dapat mengedepankan profesionalisme serta kepentingan pendidikan di atas perbedaan yang ada.
Dengan pendekatan dialogis dan pendampingan ini, diharapkan polemik yang terjadi dapat segera diselesaikan secara konstruktif. Sekaligus memperkuat tata kelola sekolah yang lebih disiplin, komunikatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Dadan juga menekankan, setiap kebijakan yang diambil tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. Namun demikian, ruang komunikasi tetap dibuka agar seluruh pihak dapat menyampaikan pandangan secara proporsional.
Upaya ini diharapkan mampu meredam polemik yang berkembang. Sekaligus memastikan kepentingan utama dunia pendidikan,nyakni keberlangsungan proses belajar mengajar tetap menjadi prioritas utama. (don)