Situasi Global Tidak Menentu, Bupati Tangerang Ajak Optimalkan Lahan untuk Perkuat Kemandirian Pangan

REDAKSI
7 Mar 2026 20:35
2 menit membaca

BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid mengajak masyarakat dan para pemilik lahan untuk mengoptimalkan lahan agar lebih produktif.

Hal itu dia sampaikan agar lahan yang belum dimanfaatkan dapat didayagunakan untuk memperkuat kemandirian pangan di tengah situasi global yang tidak menentu.

Ajakan itu disampaikan Maesyal saat menghadiri kegiatan penanaman bibit jagung hibrida serentak bersama unsur Forkopimda di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Sabtu (7/3/2026).

“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Ada peperangan yang berdampak pada ekonomi dan tertundanya distribusi pangan,” kata Maesyal.

Maesyal menegaskan, penguatan ketahanan pangan menjadi langkah strategis untuk menghadapi dinamika global yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan.

“Kita juga harus mengantisipasi musim panas ekstrem. Oleh karena itu, kita harus mandiri secara pangan,” tambahnya.

Menurut dia, Pemkab Tangerang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, Kejaksaan, DPRD, serta pelaku usaha dan masyarakat untuk menjaga stabilitas pangan di daerah.

Dia menjelaskan, sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya penanaman padi bersama TNI serta penanaman jagung hibrida bersama Polri.

“Saya optimistis ketersediaan pangan masyarakat akan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global,” katanya.

Maesyal juga mengajak para pemilik lahan agar tidak membiarkan tanah produktifnya menganggur. Melainkan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian bersama kelompok tani.

Dia menambahkan, hasil panen jagung tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan ketahanan pangan yang kuat, masyarakat menjadi sehat dan kuat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, program penanaman jagung hibrida tersebut merupakan implementasi dari program Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, wilayah hukum Polresta Tangerang yang mencakup 19 kecamatan. Oleh karena itu, pihaknya terus memperluas area tanam jagung sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan.

“Saat ini kita menjalankan program satu desa dua hektare, dan pada kuartal pertama tahun ini juga ada penambahan sekitar dua hektare lagi di setiap kecamatan,” tandasnya. (don)