Deteksi Dini TB di Pesantren, Puskesmas Gunung Kaler Lakukan Skrining Massal

Redaksi Lensametro
31 Okt 2025 15:50
2 menit membaca

KAB. TANGERANG (Lensametro.com) – Dalam upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030, UPTD Puskesmas Gunung Kaler menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) TB Paru di Pondok Pesantren An Nabilah pada Selasa (28/10/2025). Program ini difokuskan untuk menemukan kasus TB secara dini di lingkungan pesantren yang memiliki tingkat interaksi dan mobilitas tinggi antar santri.

Kegiatan tersebut melibatkan tim kesehatan Puskesmas, petugas promosi kesehatan, perawat, serta kader kesehatan. Acara dibuka dengan penyuluhan mengenai pencegahan TB, tanda dan gejalanya, serta pentingnya deteksi dini. Edukasi ini mendapat sambutan hangat dari para santri dan pengasuh pondok.

Usai penyuluhan, tim kesehatan melakukan skrining gejala TB kepada peserta. Santri dan pengasuh yang menunjukkan gejala langsung menjalani pemeriksaan dahak dan rontgen dada guna memastikan diagnosis secara akurat.

Kepala UPTD Puskesmas Gunung Kaler, dr. Ahmad Sobari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pihaknya untuk mempercepat penemuan kasus TB sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat.

“Lingkungan pesantren merupakan komunitas dengan interaksi sosial yang tinggi, sehingga deteksi dini sangat penting. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menemukan kasus TB lebih cepat dan mencegah penularan lebih luas,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, kegiatan ACF TB Paru ini juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh warga pondok pesantren agar lebih sadar pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular.

dr. Ahmad Sobari menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah sebagai bagian dari dukungan terhadap target eliminasi TB tahun 2030.

“Kami ingin masyarakat lebih sadar pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB hingga tuntas. Dengan kerja sama semua pihak, eliminasi TB bukan hal yang mustahil,” tutupnya.

Melalui pelaksanaan ACF TB Paru di Pondok Pesantren An Nabilah ini, diharapkan upaya penemuan kasus TB dapat berjalan lebih cepat, rantai penularan dapat diputus, serta kesadaran masyarakat pesantren terhadap pentingnya pencegahan dan pengobatan TB semakin meningkat. [LM]