
BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid merespons sorotan pengguna media sosial (netizen) terkait pelayanan publik di Kabupaten Tangerang. Dia meminta anak buahnya tidak bersikap defensif maupun anti kritik.
“Jangan terpengaruh isu dan jangan anti kritik. Jalankan tugas untuk kepentingan masyarakat,” kata Maesyal saat memimpin apel perdana awal tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (5/1/2026).
Maesyal meminta aparatur sipil negara (ASN) menerima siap aspirasi dan masukan masyarakat. Kemudian memberikan penjelasan yang baik serta responsif.
Keluhan warga terkait pelayanan administrasi kependudukan, termasuk pengurusan KTP, ramai diperbincangkan di media sosial. Meski sebagian kewenangan layanan tersebut telah dilimpahkan ke kecamatan, minimnya informasi dan komunikasi dinilai memicu kebingungan dan kekecewaan masyarakat.
Maesyal menegaskan, ASN telah disumpah untuk mengutamakan kepentingan umum. Sehingga mesti siap menghadapi konsekuensi pengawasan publik yang kini berlangsung secara terbuka melalui ruang digital.
“Kita sudah disumpah untuk mengutamakan kepentingan umum. Amanah ini berat, tetapi itulah kewajiban kita sebagai ASN,” ujarnya.
Maesyal juga menekankan pentingnya koordinasi dan disiplin organisasi. Dia mengingatkan agar seluruh ASN bekerja sesuai jenjang komando dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dia menambahkan, Organisasi Pemerintah Daerah merupakan organisasi resmi pelayanan publik.
“Semua harus terkoordinasi dan dilaporkan sesuai jenjang,” tegasnya.
Pemkab Tangerang langsung menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025. Rakor itu untuk mengonsolidasikan program yang telah ditetapkan dalam APBD 2026. Evaluasi itu diharapkan menjadi pijakan perbaikan layanan di tengah meningkatnya ekspektasi publik.