Akses Terputus Banjir, Warga Nyompok Girang Terisolasi, Pemkab Tangerang Salurkan Logistik

REDAKSI
23 Jan 2026 17:04
2 menit membaca

LUAPAN anak Sungai Cidurian akibat hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terakhir memutus akses warga Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka.

Jembatan yang menjadi sarana akses warga terendam banjir—membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan wilayah tersebut praktis terisolasi. Kondisi itu disampaikan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid saat meninjau lokasi, Jumat (23/1/2026).

“Jembatan yang sudah berusia belasan tahun ini terendam dan tidak bisa dilalui warga,” ujar Maesyal.

Dia memastikan penanganan darurat dilakukan sembari menyiapkan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang. Maesyal bilang, terputusnya akses membuat warga kesulitan beraktivitas, termasuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Tangerang menyalurkan bantuan logistik serta mendirikan posko kesehatan untuk melayani warga terdampak.

“Tadi kami lihat langsung, warga kesulitan beraktivitas karena jembatan terendam. Mau belanja susah,” ungkapnya.

Selain penanganan darurat, Maesyal juga menyiapkan solusi jangka panjang, yakni membangun ulang jembatan dengan elevasi lebih tinggi—sejajar dengan jalan permukiman.

“Supaya meskipun terjadi banjir, akses warga tidak lagi terputus,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah meluruskan, jembatan tidak mengalami kerusakan struktural, melainkan terendam karena posisinya berada di bawah permukaan air saat sungai meluap.

“Yang terputus itu bukan jembatannya, tetapi aksesnya. Struktur jembatan masih ada,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, anggaran pembangunan ulang jembatan telah dialokasikan pada tahun 2026 agar akses vital warga tidak kembali lumpuh saat banjir. (don)