19 Kecamatan Masuk Zona Rawan, Pemkab Tangerang Perkuat Mitigasi Bencana

Redaksi Lensametro
19 Nov 2025 12:54
2 menit membaca

TANGERANG (Lensametro.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar rapat koordinasi darurat bersama unsur Forkopimda untuk memperkuat langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem akhir tahun 2025. Rapat yang dipimpin langsung Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Selasa (18/11/25).

Agenda tersebut membahas berbagai langkah penanganan bencana, mulai dari pembersihan saluran air, mitigasi banjir, penyamaan persepsi antarlembaga, hingga kesiapan lokasi evakuasi. Hadir dalam pertemuan itu seluruh unsur Forkopimda, para camat, Dinas Sosial, BPBD, DLHK Kabupaten Tangerang, serta Balai Besar MKG Wilayah II.

Dalam arahannya, Bupati Maesyal Rasyid meminta seluruh pimpinan daerah dan perangkatnya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor. Sebanyak 19 kecamatan tercatat masuk kategori rawan saat hujan lebat berdurasi panjang.

Dia mengatakan, “Ini kegiatan rutin setiap memasuki musim hujan maupun kemarau. Kita lakukan konsolidasi, persiapan, sekaligus merumuskan program antisipasi bencana,” katanya.

Maesyal menambahkan bahwa salah satu langkah preventif yang akan digencarkan adalah kerja bakti rutin setiap Jumat melalui koordinasi dengan para camat. Upaya itu dinilai penting untuk menghadapi intensitas hujan yang makin sering dan tinggi.

Dia menyampaikan, “Para camat mohon bisa menghimbau warganya untuk kerja bakti setiap hari Jum’at. Tempat evakuasi juga sudah kami siapkan untuk wilayah-wilayah yang biasa terdampak banjir,” imbuhnya.

Selain banjir, pemerintah daerah juga memetakan titik rawan longsor dan bencana hidrometeorologi lain. Bupati Maesyal menekankan agar seluruh wilayah, baik utara maupun selatan, berada dalam kondisi siaga mengingat hujan sudah mulai merata di seluruh kabupaten.

Dia menjelaskan, “Artinya kita melihat dari sisi komprehensif. Semua wilayah harus siap, para camat dan OPD terkait sudah kami minta meningkatkan kesiagaan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Meteorologi dan Klimatologi MKG Wilayah II, Ana Oktavia Sejawati, memaparkan bahwa pola iklim tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, “Musim kemarau 2025 berlangsung singkat, sementara hujan datang lebih cepat, khususnya di bagian selatan Kabupaten Tangerang dibandingkan pasaamzññ tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ana juga menegaskan bahwa fase peralihan seperti saat ini merupakan periode paling rawan. Potensi cuaca ekstrem—mulai dari hujan berintensitas tinggi, angin kencang, hingga genangan besar—lebih mungkin terjadi sebelum musim hujan penuh berlangsung.

Lebih lanjut, ia memproyeksikan puncak musim hujan jatuh pada Februari 2026, dengan potensi meningkatnya kejadian cuaca ekstrem di wilayah rawan. Ia menyampaikan bahwa informasi BMKG dapat dijadikan dasar kebijakan mitigasi oleh pemerintah daerah.

Ia menambahkan, “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau update cuaca melalui kanal resmi BMKG, dan pemerintah daerah menggunakan informasi ini sebagai dasar kebijakan pengurangan risiko bencana,” pungkasnya.[LM]