Polresta Tangerang Siapkan 6 Pospam dan 7 Pos Pantau Lebaran, 184 Personel Dikerahkan dalam Operasi Ketupat Maung 2026

REDAKSI
5 Mar 2026 19:50
2 menit membaca

POLRESTA Tangerang menyiapkan enam titik pos pengamanan dan pelayanan, tujuh pos pantau, serta mengerahkan 184 personel setiap hari dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026.

“Langkah ini untuk memastikan kelancaran arus mudik dan keamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Idul Fitri di Polresta Tangerang, Kamis (5/3/2026).

Indra Waspada menerangkan, Operasi Ketupat Maung 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Puncak arus mudik, kata dia, diprediksi terjadi pada 13–17 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–28 Maret 2026.

Dia juga menjelaskan, libur panjang Lebaran dipastikan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan. Peningkatan itu akan terjadi di jalur tol, jalan arteri, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga lokasi wisata.

“Karena itu seluruh potensi kerawanan harus diantisipasi secara maksimal,” ujarnya.

Indra Waspada juga menjelaskan, enam titik utama pengamanan dan pelayanan yang disiapkan yakni Pos Terpadu Citra Raya, Pos Pelayanan Rest Area KM 43, Pos Pelayanan Rest Area KM 45, Pos Pengamanan Pasar Gembong, Pos Pengamanan Batavia Pasar Kemis, serta sejumlah pos pantau di kawasan wisata dan pusat keramaian.

Tidak hanya menyiapkan pos dan personel, skema pengamanan juga didukung berbagai sarana dan prasarana. Seperti ambulans, kendaraan patroli, CCTV, drone pemantau lalu lintas, serta layanan hotline 110 yang dapat diakses masyarakat untuk melaporkan kondisi darurat.

“Pengamanan juga difokuskan pada 1.071 masjid, 471 lokasi salat Id, 8 pusat perbelanjaan atau pasar, 3 stasiun KAI, 5 terminal atau pool bus, dua rest area utama, serta jalur rawan kemacetan dan kecelakaan,” beber Indra Waspada.

Dia menambahkan, operasi ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan seperti tindak kriminalitas 3C yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Serta mencegah gangguan premanisme, penimbunan bahan pokok, peredaran petasan dan minuman keras, hingga potensi konflik sosial,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam mendukung pengamanan Lebaran. Menurutnya, seluruh unsur pemerintah dan aparat harus bekerja dalam satu koordinasi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pengamanan Lebaran tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Intan menekankan, semua unsur harus terkoneksi dan terkoordinasi agar masyarakat merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman. Dia juga mengingatkan agar seluruh pihak mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga kemungkinan banjir di sejumlah wilayah, yang berpotensi mengganggu arus mudik maupun aktivitas masyarakat. (don)