
ALIRAN air bersih di sejumlah wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, mulai kembali mengalir setelah Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) melakukan penanganan terhadap gangguan jaringan perpipaan.
Meski aliran telah kembali, Perumdam TKR masih terus melakukan penanganan hingga aliran air bersih benar-benar normal. Tim teknik masih di lapangan untuk memastikan tekanan kembali normal dan distribusi kepada pelanggan stabil.
Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Sofyan Sapar mengatakan, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan terlebih dahulu memastikan kondisi jaringan sebelum melakukan penyesuaian distribusi.
“Air sudah kembali mengalir ke wilayah terdampak. Namun, kami tidak ingin berhenti hanya karena air sudah mengalir,” kata Sofyan, Sabtu (15/8/2026).
Dia menerangkan, tim masih melakukan pemantauan dan penyesuaian agar tekanan serta kontinuitas pelayanan benar-benar kembali stabil. Menurutnya, penanganan dilakukan setelah perusahaan menerima laporan gangguan dari pelanggan dan melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Tujuannya, untuk mengetahui kondisi jaringan sekaligus menentukan langkah teknis yang diperlukan.
Sejumlah pekerjaan dilakukan, mulai dari pengecekan valve jaringan, pengukuran tekanan awal menggunakan pressure gauge, pelaksanaan test hole, hingga pemeriksaan aliran pada sejumlah titik jaringan.
“Tim teknik juga melakukan rekayasa aliran untuk membantu meningkatkan distribusi dan tekanan air menuju wilayah pelayanan yang sebelumnya terdampak,” ujar Sofyan.
Penanganan, lanjut Sofyan, dilakukan secara terukur. Tim juga memastikan aliran tidak hanya kembali. Tetapi jaringan juga berada dalam kondisi yang memungkinkan distribusi berjalan dengan baik dan stabil.
Berdasarkan pemantauan terbaru, air telah kembali mengalir ke wilayah terdampak. Namun, tekanan di sejumlah titik masih dalam proses menuju kondisi normal karena penyesuaian aliran pada jaringan masih berlangsung.
Sofyan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mengalami ketidaknyamanan akibat gangguan tersebut. Dia juga mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses penanganan berlangsung.
Sofyan menjelaskan, berdasarkan laporan awal, ada 100 rumah yang terdampak. Namun setelah dilakukan penanganan cepat, saat ini tinggal 20 rumah. Dia pun memastikan, perusahaan tidak tinggal diam karena upaya perbaikan dilakukan secara berkesinambungan.
“Semoga pekerjaan tidak menemui kendala sehingga air bisa mengalir kembali,” ujarnya.
Dalam proses pemulihan, Perumdam TKR juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan unsur wilayah setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penyampaian informasi. Sekaligus memperoleh gambaran kondisi pelayanan yang dirasakan masyarakat di lapangan.
Sofyan menegaskan, pemulihan layanan di Kosambi menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan keandalan sistem distribusi air bersih.
“Setelah kondisi normal, pemantauan jaringan tetap dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin andal,” pungkasnya. (SSP)