Nelayan Banten Adukan Penyempitan Ruang Tangkap, Ini Respons Gubernur

Redaksi | Atma
11 Sep 2025 17:49
2 menit membaca

SERANG (Lensametro.com) – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan besarnya potensi perikanan di wilayahnya. Banten memiliki laut di utara dan selatan dengan karakter yang berbeda, sehingga menurutnya perlu penanganan yang tepat dan spesifik untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD HNSI) Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, Kamis (11/9/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Andra menekankan pentingnya masukan langsung dari masyarakat nelayan agar program yang dijalankan pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan.

“Provinsi Banten memiliki laut di utara dan selatan. Tetapi karakter keduanya berbeda, sehingga perlu diskusi mendalam untuk perlakuan yang berbeda,” ujarnya.

Ia juga menyoroti soal jaminan sosial bagi nelayan yang masih dalam proses pengajuan menjadi peraturan daerah. Untuk sementara, dia mendorong nelayan memaksimalkan program jaminan sosial yang sudah tersedia, yakni BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Mengenai distribusi BBM subsidi, Andra Soni menjelaskan bahwa pihaknya telah menandatangani kerja sama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Langkah itu dilakukan untuk memperkuat sinergi sehingga kebutuhan BBM subsidi masyarakat nelayan bisa terpetakan dengan tepat volume dan tepat sasaran.

Andra juga mengakui adanya penyempitan ruang laut akibat pembangunan lintas kewenangan yang berdampak pada area tangkap nelayan. “Kami membutuhkan masukan yang realistis untuk bisa dilaksanakan setahap demi setahap, sehingga ada solusi nyata,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD HNSI Provinsi Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, menyebut pihaknya hadir bersama enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI dari berbagai daerah. Keenamnya yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, serta Kota Cilegon.

Neneng mengatakan masing-masing DPC menyampaikan usulan dan masukan untuk kemajuan nelayan dan masyarakat pesisir. “Salah satunya terkait area tangkap nelayan yang makin berkurang,” ungkapnya. [LM]