
BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid meninjau progres pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, kemarin.
Saat ini, program tersebut memasuki fase pematangan dan pemadatan lahan. Fase itu merupakan tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi tersebut.
“Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai sekitar 95 persen,” ujar Maesyal.
Kata Maesyal, pekerjaan yang masih dilakukan adalah pematangan dan pemadatan akhir lahan. Namun demikian, proses tersebut mengalami sedikit kendala karena kondisi cuaca musim hujan.
Guna menanggulangi kendala itu, Pemkab Tangerang melakukan penutupan gunungan dan timbunan sampah dengan geomembran.
“Ini merupakan langkah positif dalam pengelolaan TPA,” ungkapnya.
Maesyal menambahkan, setelah seluruh proses pematangan dan pemadatan lahan selesai, Pemkab Tangerang akan melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tindak lanjut pembangunan PSEL.
“Minimal kebutuhan itu sekitar 1.000 ton sampah per hari,” terang Maesyal.
Di Kabupaten Tangerang, kata Maesyal, saat ini sudah mencapai kurang lebih 2.700 ton sampah per hari.
“Bahkan ke depan akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Maesyal berharap, kehadiran PSEL di TPA Jatiwaringin dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan. (don)