Anggota DPRD Provinsi Banten Muhamad Faisal yang ditunjuk jadi Plt. Ketua Golkar Kabupaten TangerangPARTAI GOLKAR Kabupaten Tangerang seperti sedang memutar waktu ke zaman dulu. Aroma politik yang sedang dimainkan partai berlambang pohon beringin itu mirip-mirip dengan gaya politik pada masa Orde Baru.
Kita tahu, Soeharto yang berkuasa di Indonesia selama 32 tahun, melakukan berbagai manuver politik untuk menyingkirkan atau menjinakkan lawannya. Kadang Soehato represif. Kadang, dengan cara yang elegan, namun efektif.
Tokoh yang dianggap dapat mengganggu kekuasaan Orde Baru, bakal diberi “promosi” yang terkesan membanggakan. Padahal itu cara halus untuk mengasingkan—menyingkirkan dari gelanggang. Politik itu adalah menjadikan tokoh tersebut sebagai duta besar (dubes). Manuver itu kemudian dikenal dengan gaya politik didubeskan.
Soeharto cukup sering “mendubeskan” figur-figur yang dia anggap berbahaya secara politis—atau tokoh kritis. Nama-nama seperti Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, Jenderal HR Dharsono, dan Jenderal Kemal Idris, adalah contohnya. Ada juga polisi baik dan jujur seperti Jenderal Hoegeng Iman Santoso yang menolak tawaran dubes dan memilih pensiun.
Soeharto dan Golkar adalah dua kutub yang tidak terpisahkan. Wajar bila Golkar Kabupaten Tangerang lekat dekat sosok The Smilling General itu.
Pola yang mirip itu nampak saat Sekretaris Golkar Kabupaten Tangerang Muhamad Amud mengumumkan bahwa Mad Romli telah mengundurkan diri sebagai Ketua Golkar Kabupaten Tangerang.
Pengumuman itu disampaikan Amud pada rapat Pengurus DPD Golkar Kabupaten Tangerang di Gedung DPD Golkar pada Sabtu (6/12/2025). Posisi Mad Romli diisi Pelaksana Tugas (Plt) Muhamad Faisal, yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Banten.
“Mulai tanggal 1 Desember 2025, Muhamad Faisal resmi menjabat sebagai Plt. Ketua DPD II Partai Golkar, mengantikan Mad Romli yang mengundurkan diri sebagai ketua DPD Golkar,” kata Amud.
Amud bilang, alasan Mad Romli menepi adalah karena masuk ke struktur kepengurusan DPD Golkar Provinsi Banten. Sejurus kemudian, DPD Golkar Provinsi Banten langsung membuat surat keputusan ( SK) Plt. Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang dengan menunjuk Muhamad Faisal.
Mad Romli— sebagaimana para dubes zaman Orba—seperti mendapat promosi. Dia naik level ke tingkat provinsi. Padahal, bisa saja itu strategi politik karena Mad Romli sudah tidak lagi diperlukan—atau malah dipandang dapat mengganggu ritme kekusaan.
Dengan menjadi pengurus tingkat provinsi, Mad Romli memang dipromosikan ke jabatan yang tampak terhormat. Namun bisa saja itu cara untuk menjauhkannya dari gelanggang utama: Golkar Kabupaten Tangerang.
Pada Pemilu 2024, Golkar sukses menjadi pemenang di Kabupaten Tangerang. Mad Romli yang memimpin partai, dengan percaya diri maju pada perhelatan Pilkada yang gelar setelahnya. Namun alih-alih mendapat dukungan, Golkar di pusat malah memberikan dukungan kepada pasangan Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah.
Mad Romli tak patah arang. Dia terus melaju meski kader Golkar Kabupaten Tangerang ramai-ramai meninggalkannya. Hasilnya sudah bisa ditebak: Mad Romli tumbang. Setelah gelaran Pilkada itu, Mad Romli memang seperti menepi. Dia seolah tahu diri bahwa dirinya di Golkar Kabupaten Tangerang sudah tidak berpengaruh lagi.
Lalu Intan Nurul Hikmah, Wakil Bupati Tangerang, merangsek hendak merebut kursi yang sedang diduduki Mad Romli. Nampaknya, Mad Romli tak kuasa mempertahankan. Dia sadar, kursi itu harus dia lepaskan. Maka mafhum bila Mad Romli akhirnya mundur.
Belakangan nama Intan makin santer beredar di kalangan Golkar. Bahkan pada Jumat (21/11/2025), Intan sukses mengunci dukungan 100 persen dari 29 Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Kabupaten Tangerang. Maka sudah hampir pasti, kursi Ketua Golkar Kabupaten Tangerang bakal jadi milik Intan.
Dalam bingkai politik, langkah Golkar Kabupaten Tangerang adalah langkah realistis. Ini bukan soal habis manis sepah dibuang. Ini adalah cara Golkar Kabupaten Tangerang menebalkan kekuatan sekaligus mempertahankan kemenangan. Sebagai Wakil Bupati, opsi menjadikan Intan pimpinan partai adalah strategi masuk akal.
Golkar Kabupaten Tangerang pasti ingin menampilkan wajah segar pasca-Pilkada. Akan sukar membangun wajah baru dengan wajah lama. Tapi agar tak terlalu menyakiti, Mad Romli diberi “pesangon” bernama promosi naik ke level provinsi.
Dinamika Golkar Kabupaten Tangerang itu memang disinyalir didesain untuk Intan. Pernyataan anggota DPRD Provinsi dari Partai Golkar Wahyu Nugraha mengarah ke sana. Kata dia, Golkar harus sudah berpikir menghadapi Pemilu 2029. Seraya mengajak seluruh kader Golkar untuk solid.
“Kita berharap di bawah kepemimpinan Ibu Intan, Golkar pada Pemilu tahun 2029 meraih suara terbanyak dibandingkan dengan tahun 2024 kemarin,” kata Wahyu.
Soal dugaan manuver politik ala Orba ini, kami tanyakan pada Amud. Dia memberikan tanggapan tapi tidak mengizinkan tanggapannya dikutip. Amud juga belum menjawab saat ditanya apakah dia—sebagai Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Tangerang—berkomunikasi baik dengan Intan ataupun Mad Romli.
Kami juga mengajukan permohonan wawancara kepada Mad Romli, tapi dia belum menanggapi
Amud dalam rapat itu juga mengatakan, Faisal diberi tugas mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar XI yang rencananya akan digelar pada, Rabu (17/12/2025) di Hotel Aryaduta. Dalam waktu dekat, Faisal juga akan membuat SK Kepanitiaan Musda.
“Musda XI yang akan digelar ini diharapkan dapat melahirkan Ketua DPD Golkar yang bisa membesarkan partai Golkar dan meraih pemenang Pemilu pada tahun 2029 yang akan datang,” tandas Amud.