Mahasiswa STIK Polri Gelar Aksi Sosial Terpadu di Julok Aceh Timur

REDAKSI
16 Feb 2026 20:19
Berita 0
2 menit membaca

MAHASISWA Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat POLRI Angkatan 83 WPS terus menebar semangat pengabdian. Tak hanya diwujudkan dalam ruang kelas atau forum diskusi, para mahasiswa turun langsung ke masyarakat melalui rangkaian kegiatan sosial di Gampong Blang Gleum, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Senin (16/2/2026).

Aksi sosial tersebut meliputi gotong-royong membersihkan lingkungan Dayah Bustanul Bayani dan Balai PKK Gampong Blang Gleum, penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, hingga penyerahan bantuan perlengkapan salat kepada bilal Masjid Baitul Muqarommah, Tgk. Syarifuddin.

“Mahasiswa juga menyerahkan paket bantuan sosial kepada warga Desa Blang Gleum sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap masyarakat setempat,” kata Perwira Pendamping, Kombes Pol Firdaus Wulanto.

Firdaus menggambarkan suasana kebersamaan, yang menurutnya, begitu terasa. Terutama saat para mahasiswa berbaur bersama warga, membersihkan halaman dayah, dan merapikan lingkungan sekitar.

“Hingga menanam bibit pohon yang diharapkan menjadi simbol keberlanjutan dan harapan baru,” ucapnya.

Firdaus pun menegaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan yang humanis bagi para perwira Polri masa depan. Dia menambahkan, pengabdian kepada masyarakat adalah ruh dari tugas kepolisian.

“Kami ingin para mahasiswa merasakan langsung bagaimana hadir, bekerja, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Firdaus juga menandaskan, kegiatan sosial tersebut bukan sekadar seremoni. Melainkan proses pembelajaran lapangan yang membangun empati, kepedulian, dan kedekatan dengan masyarakat.

Perwakilan mahasiswa, Iptu Fitra Darlian menyampaikan, pengalaman terjun langsung dalam kegiatan sosial memberikan pemahaman mendalam tentang arti pelayanan. Dia bilang, mahasiswa mendapat kesempatan belajar, bahwabmenjadi anggota Polri berarti siap hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

“Gotong royong hari ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat silaturahmi,” ungkapnya.

Sementara itu mahasiswa lainnya, Iptu Dwi Kurnia menyebut, interaksi langsung dengan warga menjadi energi positif bagi seluruh mahasiswa. Dia menuturkan, antusiasme masyarakat membuat mahasiswa semakin yakin bahwa kehadiran Polri harus selalu membawa manfaat.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan dan memperkuat kebersamaan di desa ini,” tuturnya.