Lawan Inflasi, Pemkab Tangerang Jual Sembako Murah Lewat Warteksi

REDAKSI
30 Apr 2026 15:26
2 menit membaca

PEMKAB Tangerang menggulirkan program untuk “melawan” lonjakan harga atau inflasi kebutuhan pokok. Program tersebut adalah Wareksi, akronim dari Warung Tekan Inflasi.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid membuka Warteksi di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Kecamatan Cikupa, Kamis (30/4/2026). Pada kesempatan itu, Maesyal bilang, Warteksi adalah langkah konkret menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga bahan pokok.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat,” kata Maesyal.

Dia menerangkan, Warteksi digarap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dalam program itu, lanjut dia, masyarakat bisa mendapatkan paket sembako dengan harga di bawah pasaran.

Jika di pasar harga paket mencapai sekitar Rp312.200, di Warteksi warga cukup membayar sekitar Rp172.000. Selisihnya ditanggung melalui subsidi pemerintah daerah.

Tak hanya paket lengkap, warga juga diberi fleksibilitas untuk membeli komoditas tertentu sesuai kebutuhan. Mulai dari beras, minyak goreng, cabai, dan bawang.

“Masyarakat memilih sesuai kebutuhan. Bisa paket lengkap, bisa juga per item. Yang jelas, semuanya kita subsidi,” ujar Maesyal.

Maesyal menegaskan, Warteksi bukan program sesaat. Kegiatan itu bakal digelar setiap tiga bulan selama tiga hari. Lokasinya secara bergilir di seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Tujuannya satu, menjaga daya beli masyarakat tetap kuat,” katanya.

Kepala DisperindagKabupaten Tangerang Resmiyati Marningsih menjelaskan, Warteksi menyediakan delapan komoditas utama dengan harga yang sudah dipangkas signifikan melalui subsidi.

Di antaranya, beras premium 2 kilogram yang di pasaran seharga Rp30.200 dijual hanya Rp7.000. Gula pasir dari Rp19.000 menjadi Rp12.000, minyak goreng dari Rp23.000 menjadi Rp13.500, hingga berbagai komoditas lain dengan potongan harga hingga Rp20.000 per kilogram.

Total pasokan mencapai sekitar 1,9 ton yang disebar di dua titik, yakni Gerai Tangerang Gemilang Cikupa dan Pasar Curug.

“Warteksi ini seperti warung biasa, tapi semua harganya sudah disubsidi,” ujar Resmiyati.

Program ini pun langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Salah satu warga Desa Sukanegara, Nawa, mengaku terbantu dengan harga yang jauh lebih murah.

“Saya sangat senang, ini sangat membantu kami,” ujarnya. (don)