Kampung Kumuh di Bambu Apus Berbenah, Pilar Saga Tinjau Langsung Progres Pekerjaan

Redaksi | Atma
7 Nov 2025 16:46
3 menit membaca

TANGSEL (Lensametro.com) – Penataan kawasan kumuh di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, terus menunjukkan kemajuan. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan turun langsung meninjau progres pembangunan infrastruktur jalan dan saluran air di wilayah RW 01 pada Kamis (6/11/2025).

Dalam tinjauan tersebut, Pilar memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan dikerjakan dengan kualitas terbaik. “Tadi saya melihat langsung kondisi pembangunan yang sudah dilakukan, lalu juga progres yang sedang dilakukan. Memang belum 100 persen, masih ada sedikit kendala tapi insyaAllah tadi saya sudah sampaikan kepada konsultan dan juga kontraktornya untuk diselesaikan secara permanen agar program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar,” katanya.

Pilar menjelaskan bahwa program penataan kampung kumuh telah dilakukan secara masif sejak periode pertamanya bersama Wali Kota Benyamin Davnie. Hasilnya pun mulai terlihat nyata, dengan lingkungan yang makin tertata dan infrastruktur yang jauh lebih baik.

Saat berkeliling, Pilar juga berdialog dengan warga yang kini mulai merasakan manfaat dari pembangunan tersebut. Ia memastikan pengerjaan proyek tetap berjalan sesuai target dan direncanakan rampung pada Desember 2025. “Tapi Alhamdulillah banyak juga tadi masyarakat yang menyampaikan Alhamdulillah jalannya sudah bagus, sudah mulus dan juga saluran airnya sudah dibangun jadi tidak ada genangan lagi,” jelasnya.

Penataan kawasan kumuh di Bambu Apus tidak hanya mencakup pembangunan jalan dan saluran air, tetapi juga meliputi pemasangan paving block, pengaspalan, serta pembuatan empat sumur resapan berdiameter satu meter dan kedalaman tiga meter. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengendalian genangan air di kawasan padat penduduk.

Kualitas pekerjaan di lapangan menjadi perhatian utama Pilar. Ia menegaskan agar paving block segera dipadatkan dengan pasir supaya tidak mudah rusak, dan meminta dilakukan uji efektivitas saluran air saat hujan deras. “Kualitas harus dijaga, paving block yang belum kokoh harus segera diisi oleh pasir supaya kokoh, lalu juga dicek lagi pada saat hujan besar, dicek pembuangan airnya seperti apa, apakah efektif atau tidak,” ujar Pilar.

Ia juga meminta konsultan dan kontraktor memperbaiki sejumlah titik yang masih membutuhkan penyempurnaan, termasuk memastikan drainase berfungsi optimal. Selain itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air diminta turut membantu normalisasi sungai jika masih ditemukan hambatan aliran air.

Sebagai bagian dari program Tangsel Terang, Pemkot Tangsel juga menambah 50 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya di kawasan Bambu Apus untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga.

Dalam kesempatan itu, Pilar mengajak warga perkampungan dan perumahan sekitar agar bekerja sama menjaga kebersihan saluran air. Ia menegaskan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial yang mungkin muncul terkait pembukaan saluran. “Saya mengimbau warga-masyarakat semua, kita ini satu keluarga besar Tangerang Selatan, jadi harus saling membantu teman-teman yang ada di perkampungan, karena saluran air itu kan pasti mengalir,” pungkasnya. [LM]