Embung Sudirman Mulai Berfungsi, Pemkab Tangerang Perkuat Sistem Pengendalian Banjir Terpadu

REDAKSI
28 Jan 2026 22:44
2 menit membaca

KEPALA Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansah menyatakan, Embung Sudirman di Kecamatan Tigaraksa kini mulai berfungsi optimal. Embung itu merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu di wilayah Desa Bojong Nangka dan Pasir Nangka.

Menurutnya, embung tersebut memiliki peran strategis dalam menampung limpasan air hujan sebelum dialirkan ke hilir sungai. Sehingga risiko genangan di kawasan permukiman warga dapat ditekan secara signifikan.

“Keberadaan Embung Sudirman menjadi titik penting dalam pengendalian banjir,” ujar Iwan, Rabu (28/1/2026).

Iwan menjelaskan, berfungsinya embung ini didukung oleh serangkaian langkah terintegrasi dengan prinsip “alirkan dan parkirkan”. Dia melanjutkan, salah satu langkah kunci adalah hilirisasi saluran pembuang yang telah diperlebar dan kini berfungsi sebagai jalur utama aliran air menuju embung.

Iwan meneruskan, saluran pembuang yang diperlebar dia ibaratkan seperti jalan tol bagi air. Sehingga aliran air menjadi lebih lancar.

“Tidak tersendat dan tidak lagi tertahan di kawasan permukiman,” ucapnya.

Iwan juga menjelaskan, air yang masuk ke Embung Sudirman kemudian ditampung sementara. Hal itu untuk mengurangi beban aliran di wilayah hilir, terutama saat curah hujan tinggi. Dengan mekanisme tersebut, lanjut dia, tekanan debit air dapat dikendalikan secara bertahap dan terukur sehingga potensi banjir dapat diminimalisir.

Selain pengoperasian embung, Pemkab Tangerang juga melaksanakan pembangunan tanggul atau turap di kawasan Bojong Nangka. Penguatan dinding saluran ini bertujuan mencegah erosi dan sedimentasi. Sekaligus memastikan aliran air tetap berada di jalurnya agar tidak meluap ke rumah warga saat debit air mencapai titik puncak.

Upaya lain yang ditempuh adalah dengan melakukan pelebaran saluran pembuang Bojong Nangka. Langkah ini untuk meningkatkan kapasitas tampung aliran air. Dengan demikian, air hujan dari kawasan permukiman dapat mengalir lebih cepat tanpa menimbulkan antrean maupun genangan di jalan lingkungan.

Iwan menegaskan, Embung Sudirman menjadi salah satu solusi strategis pengendalian banjir. Dengan sistem yang terintegrasi, Iwan optimistis risiko banjir musiman di Bojong Nangka dan Pasir Nangka dapat terus ditekan.

“Dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Iwan. (*)