
BUPATI Tangerang Maesyal Rasyid menyebut kepala dusun (kadus) harus jadi garda terdepan menyelesaikan problem warga. Dia menegaskan, kadus bukan lagi sekadar perangkat administratif. Melainkan aktor kunci penyelesai persoalan warga di tingkat paling bawah.
Hal itu disampaikannya dalam peringatan HUT ke-2 Forum Kadus Kabupaten Tangerang di Desa Ciakar, Panongan, Sabtu (18/4/2026).
“Kalau ada persoalan di lingkungan, yang pertama dicari pasti kadus. Kalau ada kebutuhan warga, yang pertama didatangi juga kadus,” tegasnya.
Maesyal juga menyoroti posisi strategis kadus sebagai pihak pertama yang dihadapkan pada berbagai persoalan sosial di masyarakat—mulai dari konflik warga hingga kebutuhan dasar.
Menurutnya, peran tersebut menuntut kadus tidak hanya responsif. Tetapi juga mampu menjadi penghubung efektif antara warga dan pemerintah. Karena itu, dia mengingatkan pentingnya soliditas antara kadus dan kepala desa agar tidak terjadi ego sektoral di tingkat bawah.
“Harus ada sinergi yang kuat, jangan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Maesyal menilai, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada efektivitas kerja di level dusun. Tanpa koordinasi yang kuat, kebijakan berpotensi tidak tepat sasaran.
Maesyal lalu mengajak para kadus untuk lebih aktif menyampaikan masukan. Termasuk kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah. Dia menegaskan pembangunan tidak bisa berjalan satu arah tanpa keterlibatan langsung aparatur di lapangan.
“Dukungan, saran, bahkan kritik dari para kadus sangat kami butuhkan,” pungkasnya. (don)