Banjir di Kabupaten Tangerang Meluas ke 24 Kecamatan, 50 Ribu Jiwa Terdampak, Seribuan Warga Mengungsi

REDAKSI
15 Jan 2026 18:31
2 menit membaca

BANJIR di Kabupaten Tangerang belum menunjukkan tanda-tanda selesai. Justru meluas ke 24 kecamatan dari 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. Ini artinya, nyaris seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang terdampak banjir.

“Sekarang sudah mencapai sekitar 20-24 kecamatan. Namun, di setiap kecamatan tidak semua desa terdampak. Ada yang satu desa, ada yang dua desa, ada yang tiga desa,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, kemarin.

Banjir juga menyebabkan sedikitnya 50 ribu jiwa terdampak banjir dan seribuan warga mesti mengungsi ke tempat khusus atau ke rumah kerabat.

“Ya, sekitar kurang lebih 50 ribuan jiwa. Kurang lebihnya 50 ribuan penduduk,” ujar Taufik.

Atas kejadian itu, Pemkab Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana. Taufik bilang, penetapan status tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi data dan cakupan luasan banjir di daerah setempat sejak Minggu (11/1/2025).

“Ini dilakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang mengakibatkan luasan bencana banjir. Jadi pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG,” ujar Taufik.

Selama masa tanggap darurat, lanjut Taufik, Pemkab Tangerang akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data BPDB Kabupaten Tangerang, sedikitnya ada 1.000 orang terdampak banjir yang mengungsi. Kata Taufik, seribuan pengungsi tersebut telah dievakuasi ke fasilitas umum yang dinilai aman dari banjir.

“Evakuasi sementara yang dapat kami update sekitar 1.000 orang,” ujar Taufik.

Di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, banjir terus meninggi pada Kamis (15/1/2026), alih-alih mulai surut. Kondisi itu menyebabkan aktivitas warga lumpuh, terutama bagi masyarakat pekerja.

Banjir yang merendam ratusan rumah itu belum menunjukkan tanda-tanda surut. Debit air justru kian meningkat akibat curah hujan yang masih berlangsung serta luapan Sungai Cidurian.

Ketinggian air bervariasi berkisar 60 sentimeter hingga 2 meter, dan bertambah menjadi sekitar 80 sentimeter hingga 2,2 meter. Banjir di perumahan itu berdampak pada 222 kepala keluarga (KK).

“Sejak pagi tadi, air bertambah sekitar 20 sentimeter karena hujan terus sampai siang ini,” kata Victor Silaen, salah seorang warga. (don)