Api Terus Meluas, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
1 Jul 2026 10:33
2 menit membaca

KEBAKARAN yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sejak Selasa (30/6), mendapat perhatian serius dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk mempercepat pengendalian api yang hingga Rabu (1/7) pagi masih berkobar, BNPB mengerahkan helikopter water bombing guna membantu proses pemadaman dari udara.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera bergerak ke lokasi melakukan asesmen lanjutan. Selain itu, juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, sekaligus mendukung upaya pemadaman yang hingga kini masih berlangsung.

“Upayakan segera dipadamkan,” tegas Suharyanto melalui keterangan tertulis.

Langkah tersebut diambil setelah hasil asesmen lapangan menunjukkan proses pemadaman menghadapi berbagai kendala. Material yang terbakar didominasi tumpukan sampah dan bahan mudah terbakar. Sementara titik api berada di bagian dalam timbunan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau petugas darat.

Kondisi diperparah cuaca panas dan hembusan angin yang cukup kencang. Sehingga kobaran api dengan cepat merambat ke berbagai titik. Hingga Rabu pagi, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 15 hektare.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing. Salah satunya adalah helikopter jenis MI-8AMT registrasi RA-22834 yang direposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang.

Sebelumnya, helikopter tersebut bertugas mendukung operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Dengan kapasitas membawa hingga 4.000 liter air dalam sekali terbang, helikopter akan menjatuhkan air langsung ke titik-titik api yang sulit dijangkau petugas di darat.

“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto.

Di darat, operasi pemadaman juga terus diperkuat. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan untuk membendung penyebaran api pada area yang masih dapat dijangkau.

Asap tebal akibat kebakaran mulai berdampak terhadap masyarakat sekitar. Sebanyak 15 warga dari lima kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar karena terdampak kepulan asap.

Tim kesehatan turut disiagakan untuk memberikan pelayanan medis kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, masker dibagikan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko paparan asap.

Meski lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hingga saat ini aktivitas penerbangan masih berlangsung normal dan belum terdampak.

BNPB bersama Pemkab Tangerang dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan upaya pemadaman agar kebakaran segera terkendali, tidak meluas, serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun sektor-sektor strategis di sekitarnya.