Lansia di Kelapa Dua Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun, Anak Kandung Diamankan Polisi

REDAKSI | Doni
REDAKSI | Doni
17 Sep 2026 21:59
2 menit membaca

WARGA Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia berinisial EW (60) dalam kondisi bersimbah darah di sebuah kebun kosong, Kamis (17/9/2026).

Saat ditemukan warga, korban masih dalam kondisi hidup. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kelapa Dua dan petugas segera mendatangi lokasi.

Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, dari pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka pada bagian kepala korban.

Luka tersebut terdapat di bagian depan dan belakang kepala. Polisi menduga luka itu akibat hantaman benda tumpul.

“Ditemukan beberapa luka di kepala, kepala bagian belakang dan depan. Dugaannya luka benda tumpul menggunakan palu,” kata Wira.

Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian.

Dalam proses penyelidikan awal, polisi menemukan barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Petugas kemudian mengamankan seorang pria berinisial EW (41), yang diketahui merupakan anak kandung korban.

Terduga pelaku diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian. Polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi setelah tiba di TKP.

“Untuk terduga pelaku langsung diamankan di lokasi karena pada saat di lokasi langsung kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Wira.

Kecurigaan terhadap pria tersebut juga diperkuat dengan temuan luka pada bagian tangannya. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menduga pria tersebut berkaitan dengan penganiayaan terhadap korban.

“Kita curigai dikarenakan ada luka di tangannya. Setelah kita lakukan pemeriksaan mendalam, ternyata yang bersangkutan melakukan perbuatan tersebut,” katanya.

Meski demikian, polisi belum mengungkap motif di balik peristiwa tersebut. Penyidik masih mendalami hubungan antara temuan di TKP, keterangan saksi, kondisi korban, serta keterangan terduga pelaku.

“Untuk motif dan lain-lain kita masih lakukan penyelidikan dan penyidikan. Sesegera mungkin kita akan laporkan kepada rekan-rekan semua,” tutur Wira.

Polisi memastikan proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan untuk mengungkap secara utuh kronologi serta penyebab terjadinya peristiwa yang menewaskan perempuan berusia 60 tahun tersebut.